Kepala Basarnas : Pesawat Yang Hilang Kontak Tengah Menjalani Misi Patroli Udara
Jakarta – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, meluruskan informasi terkait pesawat ATR 400 yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Ia menegaskan pesawat tersebut tidak membawa penumpang karena tengah menjalankan misi patroli udarapengwasan wilayah perikananNKRI 712tepatnya di Perairan Laut Jawa.
“Pesawat ATR 400 42-500 itu menjalankan misi patroli udara, bukan penerbangan penumpang dari bandara ke bandara,” kata Mohammad Syafii dalam wawancara, Sabtu (17/1).
Pesawat diketahui bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar pada pukul 08.09 waktu setempat. Berdasarkan estimasi waktu tempuh, pesawat seharusnya tiba di Makassar sekitar pukul 11.30 WITA.
Syafii menjelaskan, komunikasi pesawat dengan pengendali lalu lintas udara berlangsung normal pada fase awal penerbangan. Kontak dilakukan secara berurutan dari Yogyakarta, dilanjutkan ke Surabaya, lalu beralih ke Makassar.
“Komunikasi awalnya normal. Dari Jogja ke Surabaya, Surabaya ke Makassar. Informasi hilang kontak baru diterima dari Makassar,” ujarnya.
Menurut Syafii, laporan awal mengenai lost contact diterima Basarnas dari AirNav. Berdasarkan informasi tersebut, tim SAR gabungan langsung digerakkan menuju titik yang diduga sebagai posisi terakhir pesawat.
“Dari informasi awal itu, ada tiga tim yang langsung diberangkatkan menuju lokasi yang dianggap sebagai last known position,” katanya.
Ia menyebutkan, Basarnas menerima laporan resmi sekitar pukul 12.46 WIB, atau diperkirakan lebih dari satu jam setelah pesawat terakhir berkomunikasi dengan pengendali penerbangan.
Terkait pola penerbangan, Syafii menjelaskan bahwa misi patroli udara tidak mengikuti rute penerbangan komersial secara langsung.
“Karena ini misi patroli, pesawat tidak terbang lurus dari satu bandara ke bandara lain. Ada area yang sudah direncanakan, dan dimungkinkan dilakukan manuver di wilayah tersebut,” jelasnya.
Namun, detail teknis terkait posisi pasti pesawat dan kondisi saat hilang kontak masih menunggu pendalaman lebih lanjut dari data pengendali penerbangan dan hasil pencarian di lapangan.
“Yang perlu digarisbawahi, pesawat ini bukan pesawat penumpang,” tegas Syafii.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya di wilayah Maros dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan