DIKSIMERDEKA.COM, JEMBER – Puluhan guru ngaji di Desa Balung Kidul, Kecamatan Balung, tampak sumringah saat menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember pada Jumat (3/10/2025).

Salah satu penerima, Ahmad Khisol, mengaku lega karena pencairan berlangsung sangat cepat.

“Pengambilan insentif guru ngaji ini sangat cepat, bahkan tidak sampai 5 menit,” ujarnya penuh syukur.

Ahmad merupakan satu dari 59 penerima di Balung Kidul. Ia langsung bisa membawa pulang honor sebesar Rp1,5 juta tanpa prosedur berbelit.

Baca juga :  Bulog Gandeng Pemkab Jember Sosialisasikan Penyaluran Bantuan Pangan Juni - Juli 2025

“Alhamdulillah, insentif ini sangat membantu kesejahteraan guru ngaji, khususnya seperti saya yang tidak punya pekerjaan tetap,” tambahnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Jember yang dianggap menyalurkan insentif dengan tertib dan bermartabat.

“Harapannya program ini terus berlanjut di tahun berikutnya,” tuturnya.

Di lokasi, suasana Balai Desa Balung Kidul tampak ramai namun tertib. Para guru ngaji datang bergiliran untuk mengambil insentif tanpa harus antre panjang.

Baca juga :  Porseni Madrasah Jawa Timur Resmi Digelar di Jember, Libatkan Ribuan Atlet

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Jember, Nurul Hafid Yasin, menjelaskan, penyaluran tahap pertama sudah menjangkau 15.175 penerima di 23 kecamatan.

“Untuk delapan kecamatan sisanya dilakukan bertahap mulai 1 Oktober 2025. Hari ini khusus di Kecamatan Balung,” jelas Hafid.

Menurutnya, arahan bupati adalah agar pencairan dilakukan di balai desa masing-masing sehingga guru ngaji tidak perlu repot ke bank.

Baca juga :  Bandara Notohadinegoro Siap Layani Penerbangan Pertama Langsung Jakarta–Jember Mulai 17 Agustus

“Alhamdulillah, di Balung Kidul prosesnya lancar tanpa kendala berarti,” ungkap Hafid.

Ia juga menepis isu yang sempat berkembang terkait pungutan liar dalam penyaluran insentif guru ngaji.

“Kami sampaikan, isu tersebut tidak benar,” tegasnya.

Hafid mengingatkan, bila ada oknum yang meminta imbalan dengan mengatasnamakan pihak tertentu, guru ngaji diminta segera melapor.

“Mohon jangan memberikan apapun, segera laporkan jika ada yang coba memanfaatkan,” tandasnya.