DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Lapas Kelas IIA Kerobokan membantah keras tudingan bahwa seorang narapidana berinisial “Awi” menjadi pemasok narkoba kepada tersangka IA (51) asal Kampung Bugis, Buleleng, yang ditangkap Polres Buleleng.

Kalapas Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan bahwa hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian. Bahkan setelah dilakukan penelusuran internal, ditemukan banyak warga binaan yang memiliki inisial “Awi”, sehingga tidak ada dasar yang akurat untuk menunjuk salah satu di antaranya.

“Kami sudah cek mendalam. Tidak ada satu pun konfirmasi nama atau identitas dari pihak Polres Buleleng terkait napi ‘Awi’ di Lapas Kerobokan. Nama itu cukup umum, dan ada puluhan warga binaan dengan inisial serupa,” ujar Hudi, Rabu (16/7).

Baca juga :  12 Kamar Warga Binaan Lapas Kerobokan Digeledah

Hudi menambahkan, sejak munculnya pemberitaan dan unggahan di media sosial soal penangkapan tersangka IA, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polres Buleleng. Namun hingga kini, belum ada kejelasan soal siapa yang dimaksud dengan “Awi”.

“Kami langsung koordinasi dengan Polres setelah pemberitaan itu viral. Sampai saat ini belum ada kepastian apakah napi yang disebut benar berasal dari Lapas Kerobokan atau bukan,” jelasnya.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Sinergi Bersama BRI Kuatkan Program Ekonomi Warga Binaan

Tak hanya itu, Kalapas juga meluruskan isu lain terkait nama “Cuke” yang dikaitkan dengan jaringan narkoba. Ia menegaskan bahwa “Cuke” bukanlah warga binaan Lapas Kerobokan, melainkan mantan narapidana Lapas Narkotika Bangli yang sudah bebas.

“Kami menyayangkan framing berita yang tidak akurat dan terkesan menggiring opini publik bahwa Lapas Kerobokan adalah pusat kendali narkoba. Ini keliru dan merugikan reputasi institusi,” tegas Hudi.

Baca juga :  Lapas Kerobokan Salurkan Bantuan Sosial ke Yayasan Pelangi Anak Negeri

Ia menegaskan komitmen pihaknya dalam memerangi peredaran narkoba di dalam dan luar lapas. Koordinasi rutin dengan aparat penegak hukum terus dilakukan untuk mencegah dan menindak segala bentuk pelanggaran.

“Kami tidak pernah mentolerir pelanggaran. Jika ada indikasi keterlibatan warga binaan, kami siap tindak tegas dan terbuka,” tandasnya.

Pihak Lapas juga mengingatkan media dan aparat penegak hukum untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi, mengingat sensitifnya isu narkoba dan besarnya dampak terhadap kepercayaan masyarakat.