DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Bali (DKD Bali) menggelar Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Pramuka Penegak dan Pandega se-Bali pada Jumat (27/6/2025). Agenda tahunan ini diikuti oleh seluruh Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Bali.

Sidparda 2025 mengusung tema “Satya untuk Bumi, Berkarya untuk Pramuka, Berinovasi di Era Digital” dengan tagline “Embrace and Empower Together.” Kegiatan ini berlangsung sehari penuh dan menjadi momentum penting bagi generasi muda Pramuka Bali untuk berkarya, berdampak, dan berinovasi.

Baca juga :  Kwarda Bali Ajak Gerakan Pramuka di Bali Turut Berpartisipasi dalam Penanganan Covid-19

Ketua Sangga Kerja, I Wayan Sudarmika Putra, menyatakan keyakinannya bahwa forum ini akan memperkuat peran Pramuka Penegak dan Pandega dalam membangun keterampilan, menyuarakan ide, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketua DKD Bali, Kadek Adi Pratyana Putra, menegaskan bahwa Sidparda bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan ajang evaluasi, refleksi, dan penyusunan program kerja yang lebih progresif dan adaptif.

Baca juga :  Hadiri Peringatan HUT ke-61 Pramuka, Cok Ace Luncurkan Badge Kwarda Bali

“Sidparda adalah ruang demokratis untuk menyatukan gagasan, menyelaraskan visi, dan memperkuat sinergi antar lini Dewan Kerja,” ujarnya.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, Prof. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si (Cok Ace), menekankan pentingnya Sidparda sebagai forum strategis. Ia menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum untuk memperkuat Pramuka sebagai agen perubahan positif di masyarakat.

Baca juga :  Gerakan Pramuka Kwarda Bali Berbagi Sembako di Tengah Pandemi

“Setiap anggota Pramuka harus tidak hanya unggul dalam keterampilan, tapi juga memiliki kepekaan sosial, semangat kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Cok Ace.

Ia berharap Sidparda Bali 2025 melahirkan keputusan terbaik demi kemajuan Gerakan Pramuka Bali ke depan, serta membentuk generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Editor: Agus Pebriana