DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut pergerakan masyarakat secara nasional pada mudik lebaran 2024 berpotensi meningkat.

Berdasarkan hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) pergerakan masyarakat secara nasional diprediksi meningkat hingga 71,7 persen atau sekitar 193,6 juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia, meningkat dibandingkan tahun 2023 yang hanya 123,8 orang.

Baca juga :  Jelang Mudik Lebaran 2022, Menteri PUPR Pastikan Kesiapan Jalan Nasional dan Jalan Tol

“Survei ini terbukti akurat memberikan potensi pergerakan masyarakat yang melakukan mudik, di mana pada tahun 2023 jumlahnya mencapai 123,8 juta orang atau 45,67 persen,” sebutnya dikutip dari laman Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Senin (18/3/24).

Baca juga :  Puncak Arus Balik Lebaran, Menhub Batasi Truk Besar demi Hindari Macet Parah

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Selama Masa Arus Mudik dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2024/1445 H, pengaturan lalu lintas akan dilakukan dengan beberapa sistem.

Baca juga :  Hadiri Pertemuan Virtual Menteri ASEAN, Menhub Jelaskan Penguatan Transportasi di Masa Pandemi

“Di samping adanya pembatasan angkutan barang, saat libur Lebaran 2024 nanti, akan ada pengaturan lalu lintas yang meliputi sistem satu arah (one way), sistem lajur pasang surut/tidal flow (contra flow), dan sistem ganjil-genap,” tandasnya.

Editor: Komang Ari