DIKSIMERDEKA.COM, PALU, SULTENG – Polresta Palu Kombes Pol Barliansyah mengatakan pihaknya memiliki cara efektif menangani 18 geng motor yang ada di Kota Palu menjelang bulan Ramadhan. Menurutnya maraknya geng motor telah mengkhawatirkan rakyat.

Barliansyah mengatakan 18 geng motor tersebut terbagi dalam 4 wilayah Tim Selatan yang terdiri dari 13 Geng Motor, Tim Barat yang terdiri dari 2 Geng Motor, Tim Timur yang terdiri dari 2 Geng Motor, Tim Utara yang terdiri dari 1 Geng Motor.

Dia menjelaskan, dalam beberapa penggerebekan yang dilakukan aparat gabungan, polisi berhasil menangkap beberapa kelompok anggota geng motor. Anggotanya pun terdiri dari berbagai kalangan umur.

Sementara itu, anggota geng motor yang diamankan dalam dua penggerebekan itu berjumlah 118 orang, dengan barang bukti yang disita berupa berbagai jenis senjata tajam (Sajam), sepeda motor dan atribut geng serta alat penyedot sabu atau Bong.

Baca juga :  Puslitbang Polri Teliti Kepercayaan Masyarakat  Terhadap Kinerja Polresta Palu

Motivasi para geng motor melakukan aksinya hanya untuk menunjukkan dominasi antar geng motor di wilayah Kota Palu dengan menggelar tawuran antar sesama geng di wilayah Kota Palu.

Namun menurut Barliansyah, saat ini penyidik masih mendalami ada tidaknya hubungan geng motor dengan pelaku kejahatan dengan kekerasan seperti penganiayaan, pemukulan, pencurian dengan kekerasan, penjambretan.

Kapolres mengungkapkan, peristiwa yang melibatkan anggota geng motor yang menyerang petugas polisi yang sedang berpatroli beberapa pekan lalu, saat ini masih didalami penyidik Reskrim Polres Palu.

“Yang didalami terkait motif korban (anggota geng motor) menyerang anggota polisi yang sedang menjalankan tugasnya, “jelasnya

Adapun betapa berbahayanya kelompok geng motor, kata Kapolresta, terlihat dari mayoritas barang bukti yang diamankan polisi.

Oleh karena itu, kata Barliansyah, langkah dan upaya yang dilakukan Polresta Palu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat antara lain dengan melakukan operasi rutin aktif (Razia) yang menyasar wilayah-wilayah yang berpotensi rawan aksi kriminal yang dilakukan Geng Motor.

Baca juga :  Halal Bihalal Polresta Palu, Satu Unit Motor Siap Dibawa Pulang

Kemudian, melaksanakan patroli aktif di wilayah berkumpulnya Geng Motor, lalu melaksanakan operasi aktif selektif secara terpadu dengan keterlibatan kuat personel yang memadai menyasar Geng Motor pengganggu.

“Selanjutnya, kerahkan setiap anggota Polri melalui Kring Serse di setiap kecamatan dan kelurahan di wilayah kota Palu, untuk memantau aksi geng motor di wilayahnya masing-masing,” terangnya.

Lakukan respon cepat jika mendapat laporan adanya aksi geng motor. Menjatuhkan sanksi pidana yang tegas kepada geng motor yang melakukan tindak pidana.

Selain itu, memasuki bulan Ramadhan ini, Polresta Palu akan aktif melakukan patroli ke tempat-tempat berkumpul yang rawan kriminalitas dengan beberapa jenis patroli seperti Patroli Dialogis, merupakan patroli yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas yang bertujuan untuk memberikan informasi, imbauan Kamtibmas kepada masyarakat.

Baca juga :  Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri, Menebar Kebaikan di Bulan Suci

Kemudian, Patroli Preventif merupakan Patroli Gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri yang dibentuk dalam UKL (Satuan Kecil Lengkap) untuk mencegah terjadinya tindak pidana khususnya Aksi Geng Motor.

Selanjutnya, Patroli Gakkum merupakan patroli yang terdiri dari gabungan personel Sabhara dan Resmob untuk melaksanakan penegakan hukum terhadap tindak pidana khususnya yang dilakukan oleh geng motor/kelompok motor yang membawa senjata tajam.

Kapolresta berharap berbagai upaya yang telah dilakukan Polresta Palu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban,

“Mari kita bersinergi untuk selalu waspada dan menjaga keamanan sekitar, sehingga tercipta keamanan dan ketertiban di masyarakat sehingga seluruh aktivitas masyarakat Kota Palu dapat berjalan dengan lancar,“ tutupnya.

Editor: Agus Pebriana