DIKSIMERDEKA.COM, PALU, SULTENG – “Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri”. Demikian kalimat pendek tertulis di spanduk aksi sosial Polresta Palu. Bukan hanya slogan, aksi nyata telah dilakukan Kapolresta Palu bersama jajaranya dengan memberikan bantuan paket sembako untuk masyarakat ekonomi lemah di Kota Palu.

Selain memberikan paket sembako, Kapolresta Palu Kombes Pol Barliansyah bersama jajaranya juga melakukan pemantauan wilayah, guna menjaga situasi Kamtibmas kondusif selama bulan Ramadhan sekaligus bersilaturahmi dan bertegur sapa dengan warga.

“Kami membagikan bansos kali ini langsung kepada masyarakat yang kita temui di jalan, kami berharap bansos ini dapat sedikit membantu meringankan beban masyarakat,” terang Kombes Pol Barliansyah di sela-sela aksi sosial tersebut, Rabu (29/3/2023).

Baca juga :  Jelang Ramadan, Presiden Cek Ketersediaan Bahan Pokok di Sejumlah Pasar

Bagi warga kurang mampu secara ekonomi, bantuan sembako yang diberikan Polresta Palu ini sangat berarti. Terlebih lagi, di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah ini, bantuan itu sangat sangat berguna. Aksi mulia yang dilakukan Kapolresta Palu bersama jajaranya ini sekaligus sebagai contoh kita untuk saling peduli.

Ada sebanyak 100 paket sembako kepada pemulung, tukang ojek online dan pengayuh becak yang ditemui di Taman Gor Palu, Jalan Sutomo ojek online, Jalan Kijang dan TPS Kelurahan Kawatuna Palu.

Baca juga :  Dituding Mencuri, Korban Ditelanjangi dan Ditendang, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Kombes Pol Barliansyah mengatakan pembagian bansos akan terus dilakukan oleh Polresta Palu maupun Polsek jajaran sepanjang bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan sebagai upaya menebar kebaikan di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Kami berharap, yang kami lakukan ini bisa memotivasi pihak lain untuk saling peduli terhadap sesama,” pungkasnya. 

Diketahui dari data jumlah penduduk miskin 2020-2022, seperti yang dirilis sulteng.bps.go.id menyebutkan, jumlah penduduk miskin Kota Palu di tahun 2021 sebanyak 28,6 ribu jiwa atau 7,17 persen dan di tahun 2022 menjadi 26,75 ribu jiwa atau 6,63 persen.

Baca juga :  Mantap! Dua Kapolsek di Palu Bongkar Modus Kasus Curas

Penanganan kemiskinan ini haruslah melibatkan semua stakeholder, baik itu individu, komunitas masyarakat, terlebih instansi pemerintah. Semua harus memiliki kepedulian dan kepekaan sosial. Mengingat kemiskinan dapat berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat bangsa, seperti menurunnya kualitas generasi penerus dan memicu tindakan kriminalitas. 

Reporter: Rahmad