DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Badan Pusat Statistik (BPS) Bali mencatat inflasi tahun ke tahun di Kota Denpasar pada Desember 2023 mencapai 2,54 persen, jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 6,44 persen.

Sementara itu, inflasi di Kota Denpasar pada Desember 2023 secara bulan ke bulan mencapai 0,41 persen lebih besar dibandingkan dengan pada November 2023 yakni 0,38 persen.

“Jika kita melihat inflasi sepanjang tahun 2023 maka angkanya cukup stabil,” ujar Statistisi Ahli Madya BPS Bali I Made Agus Adnyana dalam Konfrensi pers BPS Bali, Selasa (02/01/2024).

Baca juga :  Kimiskinan di Bali Turun 9,35 Ribu Orang dalam Setahun

Adanyana mengatakan komoditas penyumbang utama inflasi pada Desember 2023 di Kota Denpasar secara tahunan adalah antara lain beras (0,48 persen), cabai merah (0,22 persen), emas perhiasan (0,18 persen), perguruan tinggi (0,16 persen), dan cabai rawit (0,14 persen).

Adnyana menyoroti sejumlah perisitwa penting yang turut mempengaruhi inflasi. Diantaranya penurunan harga minyak mentah di pasar internasional dalam beberapa bulan terakhir, Perayaan hari raya tahun baru, dan kenaikan tarif angkutan menyambut Tahun Baru.

Baca juga :  Bertemu Gubernur Koster, BPS Bali Sampaikan 1,57 Juta Orang Sudah Ikuti Sensus Penduduk Online

Sementara itu, Ekonom sekaligus Akademisi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Prof IB Suardana mengatakan keberhasilan pemerintah menekan dan menurunkan angka inflasi patut diapresiasi.

“Dari 6,44 persen di tahun lalu menjadi 2,54 persen di tahun 2023 tentu ini adalah prestasi luar biasa. Bahwa pemerintah kota Denpasar telah bekerja keras mengendalikan inflasi,” ungkapnya.

Baca juga :  Terima Kepala BPS Bali, Koster Ungkap Rencana Pemerintah Lakukan Sensus Kebudayaan Bali

IB Suardana menjelaskan secara umum inflasi di Kota Denpasar banyak disumbangkan oleh kebutuhan rumah tangga seperti cabai, beras, bawang merah dan putih, termasuk daging ayam.

“Kalau ayam dan telur kemarin sempat mengalami kenaikan harga sekarang sudah turun lagi. Ini bukti keberhasilan tim inflasi daerah. Dari 43 ribu sekarang 36 ribu. Ini barangkali yang menjelaskan terjadinya penurunan inflasi di Kota Denpasar,” terangnya.

Reporter: Agus Pebriana