ST Werdhi Mandala Buat Ogoh-Ogoh Kritik Sosial Pemburu Liar
DIKSIMERDEKA.COM, KLUNGKUNG, BALI – Dalam menyambut perayaan Nyepi Tahun Saka 1945, ST Werdhi Mandala Banjar Lungatad, Desa Tusan Banjarangkan, Klungkung membuat ogoh-ogoh dengan mengangkat tema mengenai keselarasan lingkungan melalui cerita kemarahan penghuni hutan kepada pemburu.
Arsitek Ogoh-ogoh I Wayan Teja mengatakan pemilihan tema tersebut sebagai sarana kritik sosial kepada para pemburu liar. Ogoh-ogoh tersebut dibuat kurang lebih selama dua bulan.
“Ini adalah sebuah ungkapan mengenai keresahan kami dari ST Werdhi Mandala mengenai perburuan liar, mereka harus tau jika isi dari alam ini ada yang mempunyai secara tidak langsung,” paparnya.
Lebih jauh, Teja mengatakan dalam proses pembuatanya banyak suka maupun duka yang dialami, salah satunya adalah masalah dana untung ada teman yang menjadi sponsor dalam proses penggarapan Ogoh-ogoh ini.
Disamping itu, dalam proses penggarapan anggota ST Werdhi Mandala selalu sigap dalam bergotong royong.
“Dalam prosesnya kami masih melakukan secara gotong royong dan bekerja dengan tulus ikhlas,” ujar Ketut Budi salah satu anggota ST Werdhi Mandala.
“Selama proses pengerjaan kami mendapat suport dari seluruh elemen masyarakat baik tua muda maupun anak-anak semua bergotong royong,” tegas Ketut Budi.
Untuk biaya Ogoh-ogoh tersebut menghabiskan sekitar 8 JT rupiah. Dana tersebut di dapat dari sumbangan warga sekitar dan sponsor.
“Dana tersebut di dapat dari urunan warga dan sponsor yang menjadi pemodal,” tegas Teja.
Terakhir Teja juga menghimbau untuk generasi muda Desa Lungatad untuk menjadi penerus dalam mengajegkan seni dan budaya khususnya dalam bidang Ogoh-ogoh.
Reporter: Dewa Fathur

Tinggalkan Balasan