DIKSIMERDEKA.COM, BULELENG, BALI – Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya menegaskan bahwa informasi beredar yang mengatakan terjadi konflik antara Desa Sidatapa dan Desa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng adalah kabar bohong atau hoaks.

“Berita yang tidak benar, karena sesungguhnya yang terjadi adalah orang meninggal dunia karena jatuh dari pohon bunga sandat yang ada di sebelah tempat penampungan sampah (TPS) di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon Seririt,” ungkapnya Sabtu (14/1/2023).

Seperti diketahui sebelumnya, beredar informasi pada jejaring media sosial dan juga pada WhatsApp Group (WAG) pada hari Jumat, (13/1/2023) yang isinya bahwa telah terjadi konflik antara dua desa tersebut. 

Korban yang diduga jatuh dan meninggal dunia tersebut adalah Putu Ngurah Mimba, (62) pekerjaan ojek, dan beralamat di Banjar Dinas Paneraga Desa Patemon Kecamatan Seririt, Buleleng.

Pihak keluarga menurut Sumarjaya sudah menerima bahwa korban murni meninggal akibat jatuh dari pohon bunga sandat, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan sudah menerima bahwa korban meninggal akibat jatuh dari pohon.

Namun di sisi lain Kasi Humas mengakui memang sempat terjadi perkelahian namun sifatnya masalah pribadi dan tidak melibatkan bentrok massal warga antar-dua desa seperti isu dan info yang beredar di media sosial.

“Tidak benar itu, hanya perkelahian biasa dan kebetulan yang berkelahi dari dua desa dan tidak melibatkan desa, kasus ini langsung ditangani Polsek (Kecamatan Banjar) dan aparat desa masing masing,” tegas Sumarjaya.