DIKSIMERDEKA.COM, LOTIM, NTB – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) kawasan International Tourism Development Project (ITDP) Sembalun, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) siap dikerjakan.

Kesiapan ini ditandai dengan penandatanganan kontrak, antara Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) NTB dengan penyedia jasa konstruksi dan konsultan manajemen pembangunan, pada Senin (14/11/2022).

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPPW NTB, Ika Sri Rejeki bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum BPPW NTB, Faisal Temin Hamsyir dengan PT Parama Adhi Pratama – PT Galatama (kerja sama operasi/ KSO) sebagai kontraktor pelaksana.

Baca juga :  Revitalisasi Kawasan Kota Lama Kesawan Medan Rampung

Dan, PT Inakko Internasional Konsulindo JV – PT Geodinamik Konsultan, sebagai konsultan manajemen konstruksi.

Pembangunan SPAM ITDP Sembalun akan dikerjakan dengan jangka waktu pelaksanaan 12 bulan. Terdiri dari pekerjaan persiapan, broncaptering, bak pengumpul, bak pelepas tekan (BPT), pipa transmisi, Jembatan Seling, Reservoir Kapasitas 600 m3;

Baca juga :  Kementerian PUPR Siapkan Rp10 Triliun untuk Program Padat Karya Tunai di 34 Provinsi

Pagar BRC reservoir, pipa jaringan distribusi utama (JDU), jembatan pipa distribusi, perlintasan siphon distribusi, pipa jaringan distribusi bagi (JDB), sambungan rumah (SR) dan pelaksanaan sistem manajemen keselamatan konstruksi.

“Dengan dimulainya pekerjaan ini, memberikan harapan baru bagi masyarakat Sembalun dan sekitarnya, yang sebelumnya saat musim kemarau kesulitan mendapatkan air,” ujar Ika Sri Rejeki.

Adapun anggaran pembangunan SPAM Sembalun ini sebesar Rp 37 miliar yang bersumber dari dana loan (pinjaman) Bank Dunia. 

Baca juga :  Presiden Jokowi Tinjau Lahan Potensial Food Estate di Kalteng

Penandatangan kontrak ini turut dihadiri oleh Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi NTB Munif beserta tim pengamanan pembangunan strategis, perwakilan dari Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah Andy Hakiim Arrasyid, dan tim Pokja Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi NTB.