DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Masyarakat Bali sudah seharusnya melayani delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) dengan tulus hati, tanpa membeda-bedakan. 

Karena yang datang dari berbagai negara itu, mulai dari pimpinan tertingginya, para menteri, staf, wartawan dan keluarganya. 

Demikian disampaikan Ketua DPD Prajaniti Hindu Indonesia, Bali Dokter Wayan Sayoga di Denpasar, Minggu 14 November 2022. 

Baca juga :  Selesai Tahun Ini, Infrastruktur Pendukung KTT G-20 Tunjang Ekonomi Masyarakat

“Bila kita melayani dengan sepenuh hati, mereka pasti akan ingat dan mencatatnya dengan baik. Dan nama Bali pasti akan semakin baik.”

Bali perlu terus punya nama baik, karena kedepannya, dunia semakin penuh ketidakpastian perekonomian, belum lagi ancaman perang di sejumlah negara. Karena itu, pada kesempatan ini jangan sampai diabaikan momentumnya. 

Prajaniti sendiri adalah sebuah lembaga independen keumatan Hindu yang mengambil peran untuk membangun kesadaran masyarakat dan memberi pelayanan pelayanan sosial, termasuk memberi pemikiran-pemikiran kepada pemerintah dan sebagainya. 

Baca juga :  Ketua IWO Bali: KTT G-20 adalah Vitamin untuk Pariwisata

Terkait pandemi COVID-19, Bali termasuk yang paling parah dan ambruk, demikian pula recovery-nya. Bila daerah lain, seperti Yogyakarta perlu 3 sampai 6 bulan, Bali perlu lebih lama lagi. 

Bali yang bersandar cukup besar pada pariwisata, perekonomiannya sangat rapuh, setiap ada isu atau kejadian seperti erupsi gunung, bencana alam dan terorisme, pandemi pasti akan mengganggu pendapatan masyarakat dan pemerintah.

Baca juga :  Menpora Akan Lakukan Kegiatan Side Event Dukung G-20 dan KTT Asean 2023

“Saya sudah pernah disampaikan pada pemerintah, supaya tidak semua bergantung pada pariwisata. Harus dicari alternatif lain agar. Bali juga punya sistem pertanian yang bagus dan para petani yang tangguh, mengapa tidak dikembangkan lebih jauh,” kata Sayoga.