DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Nyoman Gede Anom, mengatakan akan  menurunkan tim surveilans untuk menyusuri kasus gagal ginjal akut pada anak-anak di Bali. Disamping itu juga untuk mencegah meluasnya penyakit ginjal yang belum diketahui penyebabnya. 

“Dari Kemenkes saat ini sudah menugaskan kami dan dari provinsi melanjutkan ke kota untuk menggencarkan survei. Jadi foto anak-anak sakit, yang minum obat apa saja, nanti kita lakukan,” terang Gede Anom saat Konferensi Pers, bertempat di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jumat (21/10/2022). 

Gede Anom menjelaskan bahwa tim ini akan melakukan survei ke rumah-rumah khususnya ke keluarga yang sebelumnya terserang gagal ginjal akut serta juga keluarga yang memiliki balita. Melalui survei ini tim akan mengambil sampel sesuai jumlah anak yang ada pada satu wilayah.

Baca juga :  Diduga Penyebab Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Cek Hasil Lab Obat yang Ditarik BPOM

“Kita harapkan masyarakat menerima dengan terbuka tim kami,  dan membantu untuk menyampaikan informasi apa adanya. Tidak akan kenapa-kenapa karena ini data untuk mendeteksi sedini mungkin,” terangnya.

Disamping melakukan survei, tim surveilans  akan melakukan penyuluhan terkait pola hidup bersih dan sehat, serta juga mendeteksi sejak dini kasus gangguan ginjal akut yang terjadi pada anak-anak. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali tercatat sudah ada 17 kasus gagal ginjal akut. Dari 17 kasus tersebut, 11 diantaranya meninggal dunia. Sementara 6 orang pasien berhasil sembuh setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Baca juga :  Polda Bali Gandeng Dinkes Sediakan Vaksinasi Drive Thru Untuk 700 Driver Taksi

Berkaitan dengan pelarangan untuk menjual obat cair atau sirop kepada masyarakat, Gede Anom mengatakan sudah mengirim surat imbauan kepada dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk meneruskan ke Apotek di wilayahnya masing-masing. 

Untuk itu ia pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak membeli obat cair atau sirop untuk sementara waktu sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah, khususnya Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Ia pun menyarankan jika ada yang sakit langsung ke dokter terlebih ada gejala urin sudah mulai berkurang.

Baca juga :  Bareskrim Segel 2 Perusahaan Terkait Kasus Gagal Ginjal Akut

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BPOM mengungkapkan ada lima obat sirop yang mengandung senyawa etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas. BPOM pun telah memerintahkan kepada industri farmasi pemilik izin edar agar menarik kembali sirop obat dari peredaran di seluruh Indonesia

Berikut daftar obat sirup yang dilarang dan ditarik dari peredaran karena terkontaminasi etilen glikol diantaranya Termorex Sirup (obat demam), Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu). Disamping itu, Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), Unibebi Demam Sirup (obat demam), dan juga Unibebi Demam Drops (obat demam). (*/sin)