DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Dalam rangka mengendalikan inflasi yang diakibatkan oleh kondisi global ditambah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah melakukan dua upaya penanganan. Tidak hanya meningkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi, tapi juga melakukan intervensi pasar.

Baca juga :  Bali Buka Opsi Pihak Luar Ikut Atasi Masalah Sampah

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, I Dewa Made Indra, saat ditemui usai Rapat Paripurna ke-35 DPRD Provinsi Bali tentang Pandangan Umum Fraksi terhadap Raperda tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2023, bertempat di Kantor DPRD Bali, Senin (03/10). 

Baca juga :  Pemprov Bali Kerahkan ASN Serap Hasil Pertanian Lokal di Pasar Pangan Murah

Dewa Made Indra menjelaskan, inflasi merupakan fenomena Internasional dan nasional yang disebabkan oleh dampak kondisi ekonomi global. Menurutnya negara-negara lain juga mengalami Inflasi, termasuk Indonesia dan Bali. 

Untuk itu, dalam rangka mengendalikan inflasi, khususnya Provinsi Bali, Dewa Made Indra menjelaskan Pemerintah Provinsi Bali tengah melakukan dua upaya yaitu pertama dengan cara meningkatkan produksi komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.