Temui Gubernur Koster, Aliansi BEM se-Bali Soroti Tiga Isu
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bali menyoroti tiga isu dalam evaluasi empat tahun kepemimpinan Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Ketiga isu tersebut disampaikan perwakilan BEM se-Bali, Derryl langsung kepada Gubernur Bali Wayan Koster saat diterima audiensi, di Jayasabaha, Selasa (6/09/2022).
“Pertama adalah pendidikan dimana kami membicarakan terkait disparitas tenaga pendidik, kemudian kesejahteraan baik dari tenaga pendidik maupun fasilitas sarana prasarana,” terang Darryl, yang juga ketua BEM Unud usai diterima audiensi Gubernur Koster.
Kedua, Aliansi BEM se-Bali menyoroti persoalan ekonomi, khususnya pertanian mulai dari kesejahteraan petani, dan subsidi pupuk. Terkait bidang perikanan, pihaknya menyoroti, kesejahteraan nelayan dan sejumlah proyek yang mengancam pesisir laut dan biota di sekitarnya.
Dan ketiga, terkait persoalan lingkungan yaitu, pengerukan bukit di Klungkung tanpa izin, serta pembangunan LNG di kawasan mangrove dan pesisir Sanur.
Derryl mengatakan ada beberapa poin yang menjadi hasil pertemuan Aliansi BEM se-Bali dan Gubernur Bali tersebut, diantaranya yakni :
- Rehabilitasi gedung sekolah dasar khususnya untuk daerah terpencil agar dibantu oleh daerah tingkat I (Provinsi Bali), bilamana tingkat II (Kabupaten/Kota) tidak memiliki alokasi dana
- Memaksimalkan pendampingan kepada petani untuk mendukung optimalisasi pertanian organik.
- Memaksimalkan optimalisasi sektor pertanian di tahun 2023.
- Gubernur Bali menjamin pembangunan terminal LNG tidak berada di kawasan mangrove dan pesisir sanur.
- Gubernur Bali menjamin bahwa pembangunan Terminal LNG tidak akan mengganggu ekosistem laut.
- Pemerintah Provinsi Bali akan membantu mengalokasikan dana terkait dengan pembantuan jalan yang rusak akibat pengerukan serta pemulihan yang dilakukan dengan kontraktor. (gus)

Tinggalkan Balasan