Rektor Unud Prof Nyoman Gde Antara saat menyampaikan sambutan. (Ist)

DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG, BALI – Transparansi atau Keterbukaan informasi merupakan keutamaan dalam pengelolaan Universitas Udayana (Unud) menuju kampus bertaraf internasional. Transparansi menjadi keharusan, karena Unud bukan lembaga privat, melainkan lembaga milik publik.

Hal tersebut ditegaskan Prof Nyoman Gde Antara saat membuka workshop peningkatan kompetensi komunikasi, yang digelar Tim Juru Bicara Unud, di Aston Kuta Hotel, Badung, Jumat (20/05/2022). Di hadapan 60-an peserta workshop Prof Antara bahkan menegaskan, bahwa salah benar itu nomor dua, yang pertama adalah harus terbuka. 

“Salah benar itu nomor dua, yang pertama open (transparan, red). Karena Unud ini milik publik, bukan milik privat. Kita tidak boleh alergi dengan kritik, kita harus menerima kritik, kalau memang salah ya harus kita perbaiki,” tegas Rektor Prof Antara.

Baca juga :  Semakin Bangga dengan Budaya dan Keberagaman Indonesia Berkat Program IISMA

Prof Antara juga mengingatkan para peserta yang merupakan dosen dan tenaga kehumasan di masing-masing fakultas Unud ini, agar tidak terlalu takut melakukan kesalahan. Selama dilandasi niat yang baik, rasa tanggung jawab dan usaha maksimal memberikan yang terbaik dalam pekerjaan, selebihnya soal hasil menurutnya adalah nasib.

“Tidak ada yang tidak pernah melakukan kesalahan, karena melakukan kesalahan itu manusiawi. Yang penting mau perbaiki. Kecuali tidak pernah melakukan apa-apa. Tidak akan ada yang salah karena memang tidak ada yang dilakukan,” ujarnya.

Baca juga :  LP3M Unud Gelar Workshop PEKERTI

Workshop ini sendiri merupakan bagian upaya mewujudkan keterbukaan informasi dalam pengelolaan Unud yang sejak awal menjadi komitmen Rektor Prof Antara. Yang mana, di bawah komandonya, transparansi menjadi prinsip dalam pengelolaan Unud.

Secara spesifik, Wakil Rektor Unud Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi, Prof I Putu Gede Adiatmika menjelaskan, workshop ini digelar guna meningkatkan kapasitas komunikasi yang efektif para dosen dan tenaga kependidikan khususnya di bidang kehumasan guna menunjang tercapainya internasionalisasi Unud.

“Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Karena di zaman keterbukaan informasi ini, berkomunikasi secara efektif sangat penting, untuk mencapai persamaan persepsi dan menghindari adanya mis informasi,” paparnya.

Baca juga :  Lama Mangkrak, Rektor Unud Minta Gedung FMIPA Dimanfaatkan Seoptimal Mungkin

“Ini juga untuk menunjang tercapainya internasionalisasi Unud (Unud bertaraf internasional, red) sesuai dengan apa yang menjadi visi misi Bapak Rektor,” imbuhnya.

Workshop digelar selama dua hari (20-21 Mei 2022) bekerjasama dengan London School of Public Relation (LSPR) dan UPT Bahasa Unud. Diisi oleh empat pemateri, yakni AA Istri Putri Dwi Jayanti dari LSPR, Sang Ayu Isnu Maharani dari UPT Bahasa Unud, Clara Listya Dewi, dan Gede Bayu Rahanatha alumni Unud yang kini menjadi akademisi dan praktisi komunikasi.