Dosen Farmasi Unmas Beri Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pendidikan Seks Sejak Dini untuk Penyandang Disabilitas
Dosen Fakultas Farmasi Unmas Denpasar saat memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan pendidikan seks sejak dini untuk para penyandang disabilitas.
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam upaya mengembangkan dirinya melalui kemandirian sebagai manusia yang bermartabat dan dihargai oleh sesama manusia, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Salah satu jenis penyandang disabilitas dimaksud adalah disabilitas netra sensorik dan low vision, dimana prevalensinya mencapai 20% dari keseluruhan penyandang disabilitas di Indonesia. Penyandang disabilitas netra sensorik ini tidak hanya mengalami hambatan dalam fisik, namun juga pendidikan.
Bagi kaum perempuan penyandang disabilitas ini, akses informasi kesehatan, khususnya kesehatan reproduksi dan pendidikan seks sejak dini masih sangat terbatas. Padahal, mereka memiliki hak atas kesehatan reproduksi, termasuk penggunaan alat kontrasepsi.
Seperti diketahui, Pendidikan seks bagi anak berkebutuhan khusus masih jarang mendapatkan perhatian kalangan pendidik. Padahal pendidikan seks bagi mereka menjadi sebuah keniscayaan, hal ini dikarenakan anak berkebutuhan khusus pada prinsipnya memiliki perkembangan dorongan seksual yang sama dengan anak-anak pada umumnya.
Seiring dengan minimnya pendidikan seks bagi anak berkebutuhan khusus menjadikan mereka cenderung mudah dimanipulasi sehingga kerap kali dijadikan objek pelecehan dan pelampiasan seksual. Dibutuhkan media edukasi yang sesuai dengan kondisi keterbatasan mereka dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami sehingga dapat membantu penyandang disabilitas netra sensorik dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di Era New Normal.

Oleh karena itu, tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar yang terdiri dari dosen dan mahasiswa bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Bali, menciptakan media edukasi berupa Buku Edukasi Kesehatan Praktis menggunakan huruf Braille dan audio book seri keempat tentang “Kesehatan Reproduksi di Masa Pubertas dan Pendidikan Seks sejak Dini”.
Kedua buku tersebut didedikasikan untuk teman-teman penyandang disabilitas netra sensorik di Yayasan Pendidikan Dria Raba Denpasar, Bali, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Apoteker (apt) Rr Asih Juanita S.Farm M.Farm, selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat menjelaskan bahwa Buku Edukasi Kesehatan Praktis menggunakan huruf Braille dan audio book seri keempat tersebut merupakan lanjutan dari buku sebelumnya yang telah disampaikan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat bulan Oktober 2021.
“Kedua buku ini diharapkan dapat membantu teman-teman di Yayasan Dria Raba untuk dapat menerapkan informasi terkait cara menjaga kesehatan reproduksi di masa remaja dan menghindari seks bebas sejak dini dan menjadi salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah agar setiap penyandang disabilitas dapat memperoleh informasi dengan mudah dan terpercaya,” ujar Rr Asih Juanita, Minggu, 27 Maret 2022.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Yayasan Dria Raba Denpasar terdiri dari beberapa kegiatan yakni Pre-Test bagi penyandang disabilitas netra sensorik yang didampingi oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar, yang kemudian dilanjutkan dengan mendengarkan audio book, dan diakhiri dengan Post-Test.
“Pre-Test dan Post-Test ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan audio book terhadap peningkatan pengetahuan para penyandang disabilitas netra sensorik di Yayasan Dria Raba Tentang Kesehatan Reproduksi di Masa Pubertas dan Pendidikan Seks sejak Dini,” ujarnya.

Pada akhir acara, Asih Juanita menyampaikan bahwa semoga untuk kedepannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar akan selalu berkelanjutan dengan kembali menerbitkan Buku Braille dan audio book dengan topik kesehatan lainnya bagi para penyandang disabilitas netra sensorik.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, disambut baik oleh Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ir Ida Ayu Pradnyani Manthara, menyampaikan bahwa para penyandang disabilitas netra sensorik memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan dan informasi.
“Yayasan Pendidikan Dria Raba memberi kesempatan pada penyandang disabilitas netra sensorik untuk menempuh pendidikan dan memperoleh ijazah yang diakui secara Nasional sehingga para penyandang disabilitas netra sensorik dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Selain itu, Yayasan Pendidikan Dria Raba juga memfasilitasi para penyandang disabilitas netra sensorik untuk mengasah kemampuan mereka terutama dalam olah vokal dan bermusik,” katanya.

Tinggalkan Balasan