Tangkapan layar pidato virtual AHY saat pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Bali di Inna Bali Beach Hotel Sanur. (Foto: Ist)

DIKSIMERDEKA.COM, ,DENPASAR, BALI – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan menolak wacana penundaan pemilu tahun 2024. Penegasan tersebut disampaikan saat pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Bali secara virtual, Jumat (25/3/2022).

AHY bahkan menyebut penundaan pemilu merupakan sebuah bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi. Oleh karena itu, ia mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.

“Sikap dan pandangan kita tegas menolak penundaan Pemilu 2024. Partai Demokrat tidak mungkin rela ada kelompok tertentu merusak demokrasi kita. Kita tidak boleh menghianati demokrasi kita,” ujar AHY dalam pidato virtual yang disimak kader demokrat di Inna Grand Bali Beach, Sanur itu.

Baca juga :  NasDem Bali Incar Satu Kursi DPR-RI dan Bentuk Fraksi NasDem di DPRD

Pada kesempatan tersebut, AHY juga menegaskan kepada para kadernya bahwa, kendati berdasarkan beberapa survei menunjukan Partai Demokrat termasuk partai diperhitungkan, ia mengingatkan agar para kadernya tidak berpuas diri.

Maka, dalam sambutannya itu ia juga menegaskan kepada para pengurus yang baru dilantik tidak berlama-lama merayakan pelantikan. Ia memerintahkan agar segera bekerja untuk menyongsong pemilu 2024.

“Para pengurus yang baru dilantik harus langsung bekerja, ke depan banyak yang harus dilakukan menuju pemilu 2024,” tegas AHY di hadapan para kader.

Baca juga :  1.897 Warga Disabilitas Ikut Nyoblos di Denpasar Hari Ini

Ketua DPD Demokrat Bali I Made Mudarta mengatakan, dengan spirit baru kepengurusan DPD Partai Demokrat Bali siap membesarkan dan menangkan partai besutan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Mudarta mengatakan, pengurus DPD Bali saat ini banyak diisi wajah baru dari generasi milenial laki-laki dan perempuan. Selain itu ada pula tokoh Bali yang memutuskan bergabung.

“Kepengurusan DPD Partai Demokrat Bali dominan diisi kaum milenial dan perempuan. Kehadiran kaum perempuan dalam kepengurusan bahkan melebihi persyaratan 30 persen yang ditentukan,” tegas Mudarta.

Baca juga :  DCS Resmi Diumumkan, Nama Mulyadi Tidak Ada

“Langkah itu didorong sprit dan semangat membesarkan dan memenangkan Partai Demokrat di Bali sehingga nantinya dapat menghantarkan AHY menjadi Presiden,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan DPD Partai Demokrat tidak akan mengambil suara partai lain. Strateginya akan lebih menyasar pemilih baru atau milenial yang jumlahnya sebutnya sekitar 22 persen. 

Kendati relatif muda-muda, para milenial dan intelektual ini sudah melalui seleksi uji kelayakan dan kepatutan. “Ada spirit baru dalam kepengurusan ini, selain hadirnya kaum perempuan juga bergabungnya para intelektual seperti mantan Wakapolda Bali I Gede Alit Widana,” tandasnya. (gama)