DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Universitas Udayana (Unud) turut berperan dalam upaya mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat dalam pengelolaan ekowisata hutan mangrove. Upaya tersebut dilakukan melalui program Pengabdian Udayana untuk Masyarakat dengan menggelar “Pelatihan Bahasa Inggris dan Pengembangan Ekowisata Mangrove bagi Masyarakat Sekitar Tahura Ngurah Rai”, pada Sabtu (11/12) lalu.

Koordinator pengabdian, Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, SS., M.Hum menjelaskan kegiatan pelatihan ini sejatinya merupakan salah satu bentuk implementasi dari tanggung jawab Tri Dharma perguruan tinggi oleh Unud. “Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kelompok sasaran terkait Bahasa Inggris dan Pengembangan Ekowisata Mangrove,” jelasnya.

Baca juga :  Segera Laksanakan 1st Annual Meeting, Tim IAB Unud Lakukan Audiensi dengan Rektor Unud

Lebih lanjut, adapun yang dimaksud sebagai kelompok sasaran, antara lain: (1) Sekaa Teruna Teruni (Putra Putri Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang; (2) Kelompok Nelayan Segara Agung Sanur; (3) Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang; dan (4) Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Batu Lumbang.

Kegiatan Pengabdian Udayana Untuk  Masyarakat yang diketuai oleh Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini, SS., M.Hum merupakan rangkaian kegiatan LPPM Program Udayana untuk Masyarakat dengan tema besar ”Pemberdayaan Masyarakat untuk Meningkatkan Produktivitasnya Pasca Terdampak Pandemi Covid 19”.

Baca juga :  Menuju Academic Writing 2022, Unit JUPI Unud Gelar Pelatihan Turnitin dan Teknik Paraphrasing

Kegiatan ini atas kerjasama dan dihadiri oleh Kepala Tahura Ngurah Rai dan Perwakilan Indonesia Power. Tim pengabdi sebagai narasumber kegiatan terdiri atas Drs. I Ketut Ngurah Sulibra, M.Hum; Dr. Ni Luh Nyoman Seri Malini , Sandra Putri, SS., M.Hum dan Dr. Ni Ketut Arismayanti., SST.Par., M.Par.

Masyarakat sangat antusias mengikuti pelatihan dengan kehadiran 80 orang yang dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama latihan Bahasa Inggris untuk Pariwisata dihadiri oleh 35 orang Sekaa Teruna Teruni (Putra Putri Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang. Usai pelatihan dilanjutkan dengan praktek conversation dengan mengitari hutan mangrove dengan perahu. 

Baca juga :  Unud Bangun Pagar di Tanah Sengketa, Warga Keberatan, Putusan PK Dipertanyakan

Sesi kedua Pelatihan Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove dihadiri oleh 45 orang Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Batu Lumbang dan kelompok Nelayan Segara Agung Sanur. Masyarakat sangat mengharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk mendampingi dalam manajemen ekowisata mangrove. (*/sin)