Pengabdian Masyarakat: Dosen ITB STIKOM Bali Beri Pelatihan IRT di Gianyar
DIKSIMERDEKA.COM, GIANYAR, BALI – Tiga orang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Ni Putu Linda Santiari, S.Kom., M.Kom., I Gede Surya Rahayuda, S.Kom., M.Kom. dan I Wayan Jepriana, S.Kom., M.Cs., melaksanakan pengabdian masyarakat, implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan memberi pelatihan produksi Industri Rumah Tangga (IRT) di Gianyar.
Dibantu oleh mahasiswa ITB STIKOM Bali, yakni Ni Putu Diah Anggraeni dan I Kadek Mico Ferrandana, melaksanakan pengabdian masyarakat di Jalan Dewi Sri Gg. Anggur IV No. 11X Desa Batubulan, Gianyar. Pengabdian itu menggunakan dana hibah dari ITB STIKOM Bali.
“Perkembangan teknologi dan kesempatan bersaing secara offline maupun online, produk-produk Industri Rumah Tangga hendaknya memiliki identitasnya masing-masing. Apalagi pandemi Covid-19 saat ini banyak usaha, terutama IRT yang harus melek dengan teknologi agar usaha tetap jalan saat pandemi,” terang Linda Santiari di Denpasar, Selasa (1/2).
Tri Dharma Perguruan Tinggi sendiri merupakan salah satu tujuan yang harus dilakukan setiap perguruan tinggi di Indonesia. Salah satu poin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Dalam pengabdian ini, sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah IRT Oke Juice Bali milik Ni Luh Putu Vivi Sumayanti.
“Selama ini jus kemasan masih dianggap sebagai minuman jus biasa, sehingga tidak menjadi fokus masyarakat untuk mengemas dan membuat identitas jus kemasan menjadi unik dan menarik,” imbuhnya.
Selama kurang lebih 6 bulan proses pengabdian masyarakat, Linda Santiari beserta tim membantu secara langsung (laring) maupun daring (online) di Oke Juice Bali. Dalam situasi pandemi covid-19, kegiatan pelatihan lebih banyak dilakukan secara online via Zoom.
Kegiatan dimulai dengan memberikan pengenalan varian pengemasan untuk jus kemasan, pengenalan promosi online secara umum, dilanjutkan dengan pelatihan dalam pembuatan promosi online dengan menggunakan Instagram dan Google Business. Termasuk, pelatihan tentang pembuatan logo dan branding dalam suatu usaha.
Pembuatan logo Oke Juice Bali dilakukan dengan berkonsultasi dengan pemilik gerai Vivi Sumayanti. Termasuk, proses pengambilan gambar produk untuk promosi di media sosial, hingga proses cetak logo yang dipilih untuk menjadi salah satu pendukung branding produk. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat pendukung produksi dan pemasaran serta evaluasi dan monitoring.
“Kolaborasi kegiatan kami rencanakan bersama mitra berjalan baik, dilihat dari antusias mitra dalam mengikuti pelatihan yang diberikan serta praktek langsung mengenai pemasaran melalui media sosial. Dengan pendaftaran pada media sosial, diharapkan dapat membantu optimalisasi pemasaran,” katanya.
Sementara, pemilik Oke Juice Bali mengakui, kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuannya dengan praktek langsung mengenai pemasaran produk melalui sosial media dan meningkatkan penjualan. “Saat ini, sudah mulai ada peningkatan penjualan, terutama secara online yang berasal dari berbagai wilayah di Gianyar dan Denpasar,” ungkap Vivi Sumayanti. (*/sin)

Tinggalkan Balasan