DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Musyawarah Nasional (Munas) IX, Kamar Dagang dan Industri Paradigma Baru (Kadin PB) telah dibuka Senin malam (14/12/20) bertempat di Manhattan Hotel, kawasan Kota Casablanca, Jakarta Pusat. Namun, acara tersebut nampak tidak dihadiri oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang semula dijadwalkan membuka Munas secara resmi.

Selain Bamsoet, Oesman Sapta (OSO), selaku Ketua Dewan Pertimbangan Kadin PB, juga sebagai mantan Ketua DPD 2014–2019 yang diagendakan akan memberi sambutan dalam Munas juga turut tidak hadir.

Sebelumnya, menurut informasi diperoleh awak media Diksimerdeka.com, kedua tokoh itu telah diagendakan hadir secara virtual. Bamsoet rencananya hadir diwakili Drs. Arsul Sani, Wakil Ketua MPR yang berpidato secara virtual. 

Kejadian itu tentu saja sangat mengejutkan peserta Munas dari seluruh Indonesia yang terdiri dari pengurus Kadin Daerah dan Asosiasi dari 34 provinsi. Bahkan nampak banyak yang kecewa. 

Baca juga :  Kapolri Baru: Ini Alasan Ketua MPR Nilai Idham Aziz Sosok Tepat Gantikan Tito

Kadin PB sendiri terbentuk 2013 setelah terpecahnya kepengurusan Kadin yang diketuai Suryo Bambang Sulistyo (SBS) menjadi dua. Yang satunya dikenal sebagai Kadin Oso yang menunjuk Rizal Ramli mantan Menteri Maritim Kabinet Jokowi periode pertama sebagai Ketua Umum (2010–2015). 

Pada Munas VIII tahun 2015 terpilih Eddi Ganefo menggantikan Zainal Bintang yang pelaksana tugas Ketua Umum karena Rizal didapuk jadi menteri. Menurut cerita beberapa pengurus Kadin Daerah, sebelumnya acara Munas sempat juga heboh. Sebabnya, calon ketua umum yang digadang-gadang menggantikan Eddi Ganefo, yaitu Dumatno Budi Utomo (DBU) alias Kedut mendadak raib tanpa berita. 

Beredar foto whatsapp surat pengunduran DBU dengan alasan sakit. Diduga karena Covid 19 dan isolasi mandiri di Solo. Kedut banyak dibicarakan peserta Munas sebagai sepupu Presiden Jokowi dan tergolong konglomerat. 

Baca juga :  Kapolri Baru: Ini Alasan Ketua MPR Nilai Idham Aziz Sosok Tepat Gantikan Tito

Disebut-sebut, DBU telah mengadakan pertemuan dengan 20an lebih pengurus Kadin Daerah maupun Asosiasi pertama kali pertengahan Oktober di Surabaya dan yang kedua pada 2 Desember di Jakarta. 

Dalam pertemuan itu pengurus Kadin Daerah dan asosiasi dikatakan telah sepakat mengusung DBU sebagai calon Ketum periode 2020–2025 dan hal ini telah dilaporkan dan dimintakan restu kepada Oso di kediamannya di Jakarta.

Tak heran, pengunduran diri Kedut dan pembatalan hadirnya Ketua MPR dan Oso pada acara pembukaan Munas ini pun membuat pengurus Kadin Daerah berkecil hati dan bertanya-tanya. 

Masih menurut cerita sejumlah pengurus Kadin daerah, selama lima tahun kepengurusan Eddi Ganefo (2015 – 2020) tidak banyak yang dicapai daerah. Tapi hal ini dibantah Eddi Ganefo. Dalam sambutannya pada acara pembukaan dengan bersemangat Ganefo membeberkan keberhasilannya memajukan UMKM di beberapa daerah. 

Baca juga :  Kapolri Baru: Ini Alasan Ketua MPR Nilai Idham Aziz Sosok Tepat Gantikan Tito

Sementara itu, Alim Tualeka, ketua umum Kadin Jawa Timur yang menjadi  inisiator mendorong Kedut sebagai pengganti Eddi Ganefo pun nampak tidak hadir pada acara pembukaan. Dihubungi awak media ini melalui dua no hpnya, tapi tidak ada yang direspons. 

Beredar rumor di kalangan peserta, dikatakan Kadin PB di daerah tidak bisa bergerak karena pejabat daerah mendapat “tekanan” dari atas agar tidak melayani Kadin PB yang dianggap ilegal. Bahkan berkembang pula anggapan mereka bahwa dua tokoh nasional tersebut batal menghadiri pembukaan karena “tekanan”. Tapi tidak jelas tekanan dari siapa yang dimaksud. (Bustami)