DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Komitmen Calon Walikota pasangan calon (Paslon) nomor urut 2,  Gede Ngurah Ambara Putra bersama Wakilnya Made Bagus Kertha Negara (AMERTA) untuk memajukan Kota Denpasar menjadi angin segar bagi warga penyandang tunanetra. Keberadaan warga disabilitas ini tidak luput dari perhatian tokoh masyarakat Kota Denpasar asal Sumerta Kaja, Denpasar Barat Utara ini.

Tidak ingin ada warga Kota Denpasar yang tertinggal dalam pembangunan. Demikian semangatnya dalam menyongsong pembangunan Kota Denpasar ke depan jika terpilih menjadi Walikota periode 2020-2025.

Perhatian Gede Ngurah Ambara Putra ini ditunjukan dengan mengunjungi warga tunanetra yang ada di Yayasan Pendidikan Panti Guna Dria Raba Denpasar, Jumat (16/10). 

Dalam pertemuan, ia berdialog dengan puluhan perwakilan warga disabilitas. Dan di hadapan mereka, Ngurah Ambara menyatakan komitmennya untuk memajukan taraf kehidupan warga penyandang disabilitas dan melibatkannya dalam pembangunan Kota Denpasar.

Baca juga :  Mulai Bertugas di Bali, Pangdam IX/Udayana Temui Gubernur Wayan Koster

Nyoman Bawa, warga tunanetra asal Banjar Sasih, Panjer ini mengaku senang ada calon pemimpin yang mau menemui mereka. Pada kesempatan itu ia menyampaikan aspirasi agar jika terpilih kelak, Ngurah Ambara dapat membantu anak-anak mereka mendapat pekerjaan.

Dan, meminta agar Ngurah Ambara dapat membantu ia dan teman-temannya yang berprofesi juru pijat, musisi dan yang lainnya yang penghasilannya juga terdampak akibat Covid-19, dapat dibantu alat-alat kerja serta mempromosikan keberadaan usahanya.

“Sebagian besar kami jadi juru massage (pijat), sedikit musisi dan lainnya. Terkait covid ini, ada hambatan penghasilan. Jika bapak terpilih nanti, mohon kami dapat difasilitasi alat-alat kerja, dan juga dukungan promosi,” ujarnya.

Baca juga :  Tos Arak Bali, Gubernur Koster-Dubes Korsel Bahas Isu Infrastruktur, Ekoturisme sampai Pertukaran Pelajar

“Kami juga berharap terlibat dalam musrembang (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan, red). Selama ini kami belum terlibat dalam musrembang-musrenbang yang dilaksanakan,” imbuhnya warga disabilitas, ayah tiga anak ini.

Warga disabilitas yang lain, I Gede Widiasa menyampaikan harapannya agar jika Ngurah Ambara menjadi Walikota, dapat memprioritaskan pembuatan Peraturan Daerah  (Peraturan Daerah) bagi warga penyandang disabilitas di Kota Denpasar. 

“Jadi supaya jelas siapa melakukan apa, agar tidak terjadi dikotomi di satu OPD (Organisasi Perangkat Daerah, red) ke depannya. Misal di Dinas Sosial, hanya Dinas sosial saja yang menangani warga disabilitas. Sebenarnya kan banyak OPD yang terkait tidak hanya Dinas Sosial saja,” ujarnya.

Baca juga :  Program AMERTA Disebut Tak Realistis, AA Susruta: Hanya Masalah Teknis!

“Misal Dinas Pendidikan, Dinas PU selaku penyedia layanan publik, Dinas Pariwisata juga bagaimana tempat-tempat wisata yang warga penyandang disabilitas ingin berkunjung. Dan Denpasar Smart City juga bagaimana agar penyandang disabilitas luar negeri juga dapat menikmati fasilitas penyandang disabilitas di Denpasar,” paparnya.

Menanggapi aspirasi-aspirasi warga disabilitas tersebut Gede Ngurah Ambara menyatakan komitmennya dan mengatak siap mewujudkannya.

“Bukan sekali ini aja saya kesini tapi sering. Panti ini seperti rumah kedua bagi saya. Kali ini saya datang untuk memohon do’a restu dan dukungan saudara-saudara saya di sini. Aspirasi-aspirasi yang telah disampaikan kami dari Paslon AMERTA (Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara) berkomitmen dan siap mewujudkannya,” ujarnya. (*/sin)