DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Semuanya berawal dari satu penampilan di Bali. Gubernur Bali Wayan Koster terkesan melihat aksi Gede Rico Hardiana Widnyana memainkan botol dan meracik minuman di babak final sebuah kompetisi flair bartending. Koster lalu meminta bartender muda itu berlaga di kejuaraan dunia di Las Vegas, dengan biaya perjalanan ditanggung Pemerintah Provinsi Bali.

Kepercayaan itu terbayar. Rico pulang membawa gelar Juara II The TDuB World Championship – Grand Finals, mengungguli 31 peserta lain dari 18 negara. Kini, Koster kembali menyiapkan dukungan agar Rico dapat berlaga di kompetisi internasional berikutnya di Polandia.

Penampilan yang memikat Koster itu berlangsung di babak final kompetisi dalam rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno di Bali. Dari situ, Koster mendorong Rico tampil di panggung dunia.

“Atas prestasi tersebut saya meminta agar mengikuti kejuaraan dunia di Las Vegas, dengan biaya perjalanan dari Pemprov Bali dan dukungan BPD Bali serta Perumda,” ungkap Koster dalam pemberitaan sebelumnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Kenalkan Arak Bali di Groundwater Summit 2022

Selain Pemprov Bali, keberangkatan Rico juga didukung Bank BPD Bali dan Perumda Kerta Bali Saguna.

Bangkit dari Peringkat ke-10

Di Las Vegas, perjuangan Rico tidak mudah. Dalam kompetisi yang berlangsung 4–5 Oktober 2026 itu, ia sempat berada di peringkat ke-10 pada babak penyisihan. Namun, ia mampu memperbaiki penampilannya di babak final hingga finis di posisi kedua dan membawa pulang sabuk perak (silver championship belt).

Koster: Keterampilan Unik dan Langka

Perhatian Koster terhadap flair bartending, seni meracik minuman yang dipadukan dengan atraksi memainkan botol dan peralatan bar, sudah terlihat sebelumnya. Saat menghadiri kompetisi Mixology & Flair Bartender di Bali pada Agustus 2026, ia menilai keterampilan ini sebagai potensi besar bagi Bali.

“Saya tertarik karena ini keterampilan unik dan langka. Menurut saya ini adalah potensi besar, karena anak-anak kita dianugerahi keterampilan seperti itu. Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia punya ekosistem yang baik,” ujar Koster.

Baca juga :  Muliakan Keberadaan Arak, Pemprov Bali Gencarkan Pembinaan dan Sosialisasi Pergub 1/2020

Menurutnya, keterampilan ini perlu mendapat perhatian serius karena dapat membantu memasarkan produk lokal seperti arak Bali sekaligus membuka lapangan kerja baru.

“Kita harus urus dan beri perhatian serius karena dapat memajukan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” sebutnya.

Dari SMK hingga Panggung Dunia

Perjalanan Rico dimulai pada 2019 saat menempuh pendidikan di SMK Triatma Jaya. Ketika pandemi melanda pada 2020, ia sempat terkendala biaya untuk mengikuti pelatihan profesional. Pendiri Flair Forever Bali, I Wayan Eka Darmawan, kemudian memberinya potongan biaya pelatihan dan membimbingnya hingga kini.

Titik balik datang pada 2022, saat Rico meraih Juara II Kompetisi Mixology Arak Bali. Setahun kemudian, ia menjuarai kompetisi serupa. Sejak 2024, Rico rutin mewakili Indonesia di ajang internasional. Prestasinya antara lain:

  • 2024: Juara III dan Best Cocktail Pattaya World Flair Championship, Thailand; Juara II dan Best Cocktail Vietnam International Flair Open
  • 2025: Juara III Atlas World Flair Bartender Competition
  • 2026: Juara II The Master World Flair Competition, Phuket, Thailand; Juara II The TDuB World Championship, Las Vegas
Baca juga :  Sosialisasikan Ranpergub Minuman Tradisional, Komitmen Gubernur Koster Angkat Drajat Arak Bali

Di tingkat nasional, pada 2024 ia meraih Juara I Bar Pro Jakarta, Juara I Solo National Flair Bartender Competition, dan Juara I Ocean Flair Competition.

Di sela kompetisi, Rico menimba pengalaman di industri perhotelan, mulai dari 69 Bar & Resto Kuta, Potato Head Bali, hingga Emerald Maldives Resort & Spa di Maladewa.

Bawa Arak Bali ke Polandia

Kini, Rico bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Polandia. Bagi Rico, kompetisi internasional bukan semata soal gelar. Ia ingin terus memperkenalkan potensi lokal Bali, terutama arak Bali, melalui racikan yang memadukan arak, buah, dan rempah lokal.

Dengan dukungan Gubernur Koster, Rico diharapkan kembali membawa nama Bali dan Indonesia di panggung dunia.