DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang dan perhiasan saat menggeledah rumah dinas Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Temuan tersebut didalami dalam penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten yang mencakup sedikitnya lima klaster perkara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penggeledahan dilakukan pekan ini di sejumlah lokasi, mulai dari rumah dinas bupati, kantor organisasi perangkat daerah (OPD), hingga rumah tersangka.

“Dalam serangkaian kegiatan penggeledahan tersebut beberapa dokumen, sejumlah barang bukti elektronik, dan juga ada temuan uang, perhiasan ya di rumah dinas bupati,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Baca juga :  KPK Duga Eks Anggota DPR Sudewo Terima Fee Proyek Kereta Api

Budi menjelaskan, penyidik turut mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik untuk mendalami dugaan tindak pidana dalam perkara tersebut. Namun, KPK belum mengungkap jumlah uang maupun jenis perhiasan yang ditemukan di rumah dinas bupati.

Menurut Budi, penyidikan kasus dugaan korupsi di Klaten mencakup sedikitnya lima klaster. Salah satunya terkait dugaan pemberian uang oleh bupati untuk menghapus temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga :  KPK Jebloskan Ajudan Mantan Gubernur Riau ke Penjara

“Untuk lanjutan penyidikan perkara Klaten, pekan ini penyidik memulai melakukan serangkaian kegiatan penggeledahan, di antaranya rumah dinas bupati, sejumlah kantor OPD, dan juga rumah tersangka,” ujarnya.

Sementara itu, klaster lainnya berkaitan dengan dugaan penerimaan uang dari berbagai sumber, mulai dari upah pungut, aktivitas pertambangan atau galian C, pengadaan barang dan jasa, hingga setoran rutin dari OPD.

“Tentu semuanya nanti akan didalami oleh penyidik dokumen-dokumen yang terkait karena memang perkara ini klasternya banyak, setidaknya ada lima klaster,” tutur Budi.

Baca juga :  KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno, Kasus Apa?

KPK masih menganalisis dokumen, barang bukti elektronik, serta temuan uang dan perhiasan untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh. Penyidik juga akan meminta keterangan pihak-pihak terkait guna memastikan hubungan barang bukti tersebut dengan dugaan tindak pidana yang sedang diusut.

KPK turut mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang memiliki peran dalam perkara tersebut. Hingga kini, lembaga antirasuah itu belum memerinci nilai uang yang ditemukan maupun memastikan keterkaitan seluruh barang yang diamankan dengan tindak pidana korupsi.