Jeroan Sejuta Umat Tembus Ratusan Miligram Kolesterol! Pakar Gizi Wanti-wanti Cara Aman Makan Ampela Ayam
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Siapa yang tak tergoda dengan gurihnya sate ampela di warung pecel lele atau sambal goreng ati ampela saat hajatan? Jeroan yang satu ini memang sudah jadi lauk ‘sejuta umat’. Di satu sisi, ampela dipuja karena padat gizi. Namun di sisi lain, ada ancaman serius yang mengintai pembuluh darah Anda jika dikonsumsi secara ugal-ugalan.
Benarkah lauk murah meriah ini menyimpan ‘bom waktu’ bagi kesehatan?
Dosen Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Muhammad Aries, SP, MSi, buka suara. Ia membedah tuntas anatomi gizi ampela ayam yang ternyata bak pisau bermata dua.
Tinggi Protein, Si Pembangun Sel yang Ampuh
Sebelum buru-buru memusuhi jeroan ini, Aries menegaskan bahwa ampela sejatinya punya ‘rapor’ gizi yang cukup mentereng. Dibandingkan kawan-kawan jeroannya yang lain, ampela ayam terbilang unggul karena kadar proteinnya tinggi, sementara lemak totalnya relatif rendah.
“Ampela ayam dapat dikategorikan sebagai pangan bergizi tinggi. Dalam 100 gram ampela ayam matang, terdapat sekitar 30,4 gram protein, 3,2 miligram zat besi, 1 mikrogram vitamin B12, dan 4,4 miligram zink,” jelas Aries merinci kandungan gizi sang primadona lauk tersebut.
Deretan zat gizi mumpuni itu jelas bukan pajangan. Aries menyebut, nutrisi tersebut sangat krusial untuk menggeber pembentukan jaringan tubuh, memproduksi sel darah merah, menjaga fungsi saraf, hingga menjadi tameng sistem kekebalan tubuh.
Kolesterolnya Bikin Ngilu, Penderita Asam Urat Minggir Dulu!
Tapi tunggu dulu, jangan keburu kalap! Status “bergizi tinggi” bukan berarti Anda bebas melahapnya bak makan kerupuk. Ada harga mahal yang harus dibayar: kolesterol yang mencekik.
“Ampela mengandung kolesterol cukup tinggi, sehingga konteks keseluruhan pola makan lebih penting daripada menilai satu bahan makanan secara terpisah,” papar ahli gizi IPB tersebut mengingatkan.
Faktanya bikin ngilu. Aries membeberkan, hanya dalam 100 gram ampela matang, tersembunyi sekitar 370 mg kolesterol! Angka ini dengan berani melabrak batas aman rekomendasi asupan kolesterol harian—yang dalam panduan diet Amerika Serikat terdahulu dipatok tak boleh lebih dari 300 mg per hari.
Meski batasan kaku itu kini sudah tak lagi dicantumkan dalam panduan terbaru, bukan berarti kita bisa sembrono. Bagi Anda yang punya rapor merah berupa kolesterol darah tinggi, riwayat penyakit jantung, atau langganan asam urat, ampela ayam ibarat ‘lampu kuning’ yang harus diwaspadai.
Bukan Diharamkan, Begini Trik Cerdas Mengakalinya
Lantas, haruskah kita memboikot total ampela dari meja makan? Tidak juga. Aries memberikan jalan tengah agar lidah tetap bergoyang tanpa harus mengorbankan masa depan pembuluh darah. Kuncinya ada pada porsi, frekuensi, dan strategi memasak.
“Jadi, ampela tidak perlu dihindari sepenuhnya oleh orang sehat. Namun, karena kombinasi kolesterol tinggi dan statusnya sebagai jeroan kaya purin, ampela lebih tepat diposisikan sebagai lauk variasi, bukan makanan harian atau lauk dalam porsi besar,” tegas Aries memberikan konklusi tajam.
Sebagai pamungkas, Aries menitipkan resep sehat: ‘Bantai’ kolesterolnya lewat cara masak yang benar. Hindari menggoreng rendam (deep fry). Sebaiknya, ampela direbus, dipanggang, atau ditumis dengan minyak yang sangat irit.
Jangan lupa, kawal lauk jeroan ini dengan pasukan sayuran berserat tinggi. Terakhir, rem mendadak kebiasaan memasak ampela dengan genangan santan kental, tumpukan garam, dan minyak berlebih jika tak ingin rumah sakit jadi tempat nongkrong Anda berikutnya!

Tinggalkan Balasan