Di Depan Zulhas, Wamensos Agus Jabo Blak-blakan Minta Skema Dirombak: Ambil Bansos Geser ke Koperasi Merah Putih!
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA – Gebrakan baru datang dari Kementerian Sosial. Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, berencana merombak jalur distribusi Bantuan Sosial (Bansos) yang selama ini kerap merepotkan rakyat kecil. Ke depannya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tak perlu lagi capek-capek membuang ongkos dan antre panjang di kantor kecamatan atau bank, melainkan cukup mengambil hak mereka di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Ide segar dan pro-rakyat ini dilontarkan langsung oleh Agus Jabo saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) percepatan operasional KDKMP yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta, Rabu kemarin(14/10/2026) . Di hadapan lintas kementerian dan lembaga, Agus Jabo melihat potensi besar dari keberadaan koperasi bentukan Presiden Prabowo tersebut sebagai ujung tombak distribusi kesejahteraan.
“Kalau KDKMP menjadi pusat penyaluran bansos, itu akan mempermudah para KPM mengambil bantuan sosial. Kalau selama ini mereka harus ke kecamatan atau bank, ke depan diharapkan bisa di desa masing-masing,” tegas Agus Jabo memberikan solusi konkret untuk memotong panjangnya rantai birokrasi.
Putus Rantai Birokrasi, Uang Bansos Wajib Muter di Desa
Tentu saja, memindahkan jalur aliran dana triliunan rupiah milik negara tidak bisa dilakukan dengan simsalabim. Agus Jabo menyadari bahwa eksekusi pemotongan kompas birokrasi ini memerlukan kajian matang dan koordinasi tingkat tinggi. Pihaknya akan segera mematangkan sinkronisasi mekanisme tersebut dengan para pemangku kepentingan, terutama bank-bank penyalur pelat merah dan PT Pos Indonesia.
Gagasan brilian Wamensos ini rupanya sangat sejalan dengan target ambisius pemerintah pusat. Saat ini, Menko Pangan Zulkifli Hasan tengah mengerahkan aparat gabungan—termasuk para Pangdam TNI AD—untuk memelototi kesiapan operasional 15.000 KDKMP di seluruh Indonesia. Pengecekan kilat yang ditargetkan rampung hanya dalam delapan hari ini memastikan bahwa koperasi tak sekadar punya plang nama, tetapi juga siap secara manajerial, termasuk memiliki layanan keuangan seperti agen BRILink atau BNI.
Jika belasan ribu fasilitas keuangan di koperasi ini dinyatakan lolos inspeksi, maka eksekusi pembagian bansos di tingkat desa yang digagas Agus Jabo bisa langsung diwujudkan dengan mulus tanpa kendala teknis.
Visi Agus Jabo tak berhenti pada sekadar urusan mempermudah ibu-ibu mencairkan uang tunai. Ada misi ekonomi kerakyatan yang jauh lebih besar di baliknya. Dengan mendekatkan layanan ke level Rukun Warga (RW) atau desa, para penerima bansos didorong untuk langsung membelanjakan uangnya di Koperasi Merah Putih tersebut.
Dengan begitu, dana bansos tidak akan lari dan mengendap di ritel modern milik konglomerat, melainkan benar-benar berputar di desa, menghidupkan warung tetangga, dan memutar kencang roda perekonomian rakyat akar rumput. Sebuah langkah taktis yang siap mengubah wajah ekonomi desa!

Tinggalkan Balasan