MELBOURNE DIKSIMERDEKA.COM Maskapai Tanah Air, TransNusa, tak gentar masuk ke arena pertarungan yang makin sengit. Mulai 19 Oktober mendatang, maskapai berbiaya hemat (LCC) ini bakal melebarkan sayapnya dengan membuka rute penerbangan langsung antara Melbourne dan Bali.

Dalam laporan media travel Australia travel weekly, Langkah berani ini bikin TransNusa resmi menjadi maskapai keenam yang bertarung di jalur tersebut. Saking padat dan ketatnya persaingan, pihak Bandara Melbourne sampai melabeli jalur ini sebagai rute internasional paling kompetitif se-Australia!

TransNusa bakal mengoperasikan armada Airbus A320 berkapasitas 174 kursi untuk menggarap rute ini sebanyak empat kali trip seminggu. Secara itung-itungan, gebrakan ini akan menambah lebih dari 70.000 kursi per tahun untuk rute tersebut.

Gratis Bagasi 20 Kg, Trik Jitu Goda Bule Aussie!

Jadwal penerbangannya pun diatur cerdik untuk memanjakan para turis. Pesawat akan terbang dari Melbourne pada pukul 05.25 pagi setiap hari Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat. Waktu ini sengaja dipaskan agar para pelancong Aussie sudah bisa mendarat dan menikmati makan siang di Pulau Dewata.

Sementara itu, untuk penerbangan balik dari Denpasar ke Melbourne akan beroperasi pada hari Minggu, Senin, Rabu, dan Kamis dengan jadwal keberangkatan larut malam.

Untuk memenangkan persaingan harga, maskapai ini memutar otak. Harga tiket yang ditawarkan sudah include alias termasuk kuota bagasi gratis sebesar 20 kg! Namun, untuk urusan perut seperti makanan, minuman, dan fasilitas tambahan lainnya, penumpang harus merogoh kocek terpisah.

Langkah invasi ke Negeri Kangguru ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, TransNusa juga sudah sukses “mengudara” ke Perth sejak diluncurkan pada awal tahun 2025 lalu.

Menyambut masuknya petarung baru ini, CEO Bandara Melbourne, Lorie Argus, angkat bicara. Ia menyebut layanan baru ini akan memberi warga Victoria lebih banyak pilihan untuk terbang ke destinasi favorit mereka.

“Bali telah lama populer di kalangan warga Australia karena menawarkan sesuatu untuk semua orang di setiap titik harga,” ujar Lorie.

Targetkan Koneksi Luas di Tengah Lesunya Angka Penumpang

Di sisi lain, bos besar TransNusa, Chief Executive Officer (CEO) Grup Datuk Bernard Francis, mengaku sangat bangga bisa membangun rute Melbourne-Bali ini. Tak cuma berhenti di Bali, ia punya ambisi besar untuk mengantarkan para bule ini menjelajah lebih dalam ke surga-surga tersembunyi Indonesia lainnya.

Ia berharap maskapainya bisa menawarkan koneksi penerbangan lanjutan dari Bali menuju destinasi wisata diving kelas dunia seperti Wakatobi dan Manado, serta berbagai titik strategis lainnya di kawasan Asia-Pasifik.

Menariknya, pengumuman ekspansi TransNusa ini muncul tepat saat Bandara Melbourne sedang agak “masuk angin”. Tercatat ada sedikit penurunan jumlah penumpang selama bulan Agustus, dengan total 2.942.527 pelancong yang hilir mudik di bandara tersebut—turun tipis 1,6 persen dibandingkan Agustus 2025.

Lalu lintas internasional dilaporkan merosot 1,3 persen menjadi 948.810 penumpang, sementara rute domestik juga ikut turun 1,8 persen menjadi 1.993.717 penumpang. Sepanjang tahun keuangan hingga Juli, total penumpang secara keseluruhan anjlok 2,1 persen menjadi 6.057.590.

Meski angka penumpang lagi lesu, Lorie Argus tetap optimis. Ia membocorkan adanya perombakan infrastruktur besar-besaran di bandara, termasuk area antar-jemput (pick-up/drop-off) baru yang akan dibuka bulan depan. Proyek ini akan memuluskan jalan bagi perluasan terminal internasional, lengkap dengan lima gerbang internasional tambahan yang mampu menampung hingga delapan pesawat berbadan sempit (narrowbody).