Diskop Ungkap Kendala Pembangunan Fisik Kopdes Merah Putih di Bali
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bali masih menghadapi berbagai tantangan.
Hingga kini, tercatat baru sekitar 38 gerai koperasi yang telah terbangun dan diluncurkan secara nasional bersama 1.061 Kopdes oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu, (16/05/2026).
Salah satu kendala utama yang dihadapi yakni keterbatasan lahan untuk pembangunan fisik gerai koperasi di sejumlah daerah.
Meski demikian, pembangunan Kopdes Merah Putih di Bali terus dikebut. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan sebanyak 120 Kopdes sudah siap beroperasi pada Agustus 2026.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tri Arya Dhyana Kubontubuh memaparkan bahwa 38 unit Kopdes telah resmi beroperasi. Sementara sebanyak 82 unit masih dalam tahap pembangunan oleh PT Agrinas dan akan selasai pada Agustus 2026.
“Ada sekitar 82 Kopdes sedang dalam proses pembangunan oleh PT Agrinas. Sehingga jika 38 Kopdes yang sudah beroperasi dan ditambah 82 Kopdes, totalnya 120 Kopdes,” terangnya.
Dhyana Kubontubuh menyadari pembangunan fisik Kopdes di Bali berlangsung lambat. Ia mengatakan salah satu kendala di lapangan yaitu keterbatasan lahan.
Dhyana Kubontubuh mengatakan berdasarkan regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah, pembangunan kopdes membutuhkan lahan minimal 10 are.
“Standar kebutuhan sesuai aturan kan 10 are, dan kita tahu di Bali kan lahan sangat terbatas,” terangnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa 82 Kopdes Merah Putih dibangun siap beroperasi pada Agustus 2026. Ia mengatakan komunikasi intensif telah dilakukan ke berbagai pihak guna mempercepat pembangunan.
Sebelumnya saat peluncuran Kodpes Merah Putih, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan dukungan penuh terhadap pengoperasian Kopdes Merah Putih yang dinilai mampu memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Koperasi desa merah putih memiliki peran penting dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Bali,” terangnya.
Menurutnya, penguatan koperasi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas akses ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Melalui koperasi, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah mengembangkan usaha produktif dan meningkatkan daya saing ekonomi lokal.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan