DIKSIMERDEKA.COM, BADUNG – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Provinsi Bali. Dukungan tersebut disampaikannya saat mendampingi Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan BPIFK di Kuta, Kabupaten Badung, Jumat (8/5).

Dalam sambutannya, Giri Prasta menilai keberadaan BPIFK akan menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya di Bali. Menurutnya, fasilitas yang tersedia di BPIFK mampu mendukung peningkatan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing pelaku industri kreatif lokal.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Yakinkan Kesiapan Bali Buka Pintu Pariwisata Internasional Juli Mendatang

“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Apalagi dengan adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia, kami yakin hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan IKM fesyen dan kriya di Bali maupun Indonesia,” ujar Giri Prasta.

BPIFK memiliki berbagai layanan terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pengembangan industri kreatif. Fasilitas tersebut meliputi workshop fesyen, workshop kriya logam atau perhiasan, workshop kriya keramik, workshop kriya kayu, Creative Business Incubator (CBI), Creative Hub, hingga layanan Klinik SiniBisa.

Baca juga :  Maknai Hari Kebangkitan Nasional, Wagub Bali: Jadikan Tantangan Sebagai Peluang

Menurut Giri Prasta, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan dan pengembangan kreativitas bagi pelaku industri kreatif di Bali. Selain mendukung inovasi produk, BPIFK juga dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Bali memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat industri fesyen dan kriya nasional. Ia menilai Bali tidak hanya memiliki kekuatan budaya dan kreativitas, tetapi juga memiliki peluang besar dalam pengembangan ekosistem industri kreatif yang terhubung dengan pasar nasional maupun internasional.

Baca juga :  Wagub Cok Ace Tutup KBS Festival 2023

“Bali diharapkan menjadi pusat industri fesyen dan kriya Indonesia yang mampu bersaing di pasar global,” kata Agus Gumiwang.

Melalui pembangunan BPIFK, pemerintah berharap industri kreatif Bali semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.