Jelang PKB ke-48, UPT Taman Budaya Rampungkan Renovasi Toilet
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Kebudayaan Provinsi Bali melalui UPTD Taman Budaya Art Center terus berbenah guna menyukseskan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merampungkan renovasi fasilitas toilet di kawasan Taman Budaya.
Kepala UPTD Taman Budaya Art Center, Mardhika Bhuwana, mengatakan renovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung selama pelaksanaan PKB.
Ia menjelaskan, renovasi difokuskan pada sejumlah titik, khususnya toilet di bawah panggung Ardha Candra dan Gedung Ksirarnawa, mengingat kedua lokasi tersebut akan menampung ribuan penonton.
“Kami mengantisipasi adanya toilet yang rusak maupun yang perlu diganti, dan semuanya sudah kami siapkan,” ujarnya saat ditemui di Art Center, Selasa (5/5/2026).
Selain perbaikan fasilitas, pihaknya juga akan melakukan pemantauan kebersihan lingkungan Taman Budaya secara berkala selama PKB berlangsung. Pada tahun ini, pengunjung juga tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman ke dalam area Taman Budaya.
“Kami akan bekerja sama dengan Satpol PP untuk melarang pengunjung membawa makanan dan minuman, terutama yang menggunakan kemasan plastik, ke dalam area,” jelasnya.
Ia menambahkan, volume sampah biasanya meningkat signifikan saat pementasan gong kebyar dan beleganjur yang kerap menarik ribuan penonton.
Lebih lanjut, para pengisi acara juga akan diminta menandatangani pakta integritas agar sampah yang dihasilkan dapat dibawa kembali dan dikelola secara mandiri.
Di sisi lain, UPTD Taman Budaya juga berencana meminimalisir jumlah tong sampah di area. Menurutnya, keberadaan tong sampah dalam jumlah banyak justru mendorong peningkatan volume sampah.
“Karena kecenderungannya, jika tersedia banyak tong sampah, orang akan lebih mudah membuang sampah. Dengan meminimalisirnya, kami berharap pengelolaan sampah bisa berbasis dari sumbernya,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah berbasis sumber akan diterapkan secara konsisten selama PKB berlangsung, termasuk dengan meminta pelaku UMKM untuk bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan