Bali Tambah Kuota Pengiriman Sapi Idul Adha Jadi 53.500 Ekor
DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menambah kuota pengiriman sapi untuk kebutuhan Idul Adha 2026 menjadi 53.500 ekor setelah kuota awal sebanyak 50 ribu ekor habis terserap.
Tambahan 3.500 ekor disiapkan untuk memenuhi permintaan pengiriman sapi antar pulau yang terus meninggi.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Bali I Wayan Sunada mengatakan seluruh sapi yang dikirim merupakan jenis Sapi Bali yang telah dipastikan sehat dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD).
Sunada mengatakan semula pemerintah menetapkan kuota pengiriman sapi antar pulau untuk Idul Adha sebanyak 50 ribu ekor sapi. Namun tingginya permintaan membuat kuota tersebut telah habis terserap lebih cepat cepat.
“Kita keluarkan 50.000 dan rencana memang kita ingin optimalkan 50.000, Namun karena kurang, jadi cadangan sebesar 3500 ekor kita keluarkan juga,” terangnya saat di temui di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kamis (29/04/2026).
Sunada mengatakan tambahan pengiriman 3500 ekor sapi tersebut saat ini sedang dalam proses. Ia mengatakan kuota pengiriman sapi antar pulau terus mengalami peningkatan setiap tahun.
Pada Idul Adha tahun 2025, Dinas Pertanian Pemprov Bali mencatat pengiriman sebanyak 40 ribu ekor sapi.
““Tahun lalu sekitar 40 ribu ekor. Tahun ini meningkat karena tambahan populasi,” terangnya.
Ia memastikan sapi yang dikirim dari Bali telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dipastikan bebas dari penyakit strategis hewan ternak seperti PMK dan LSD.
Sunada menyebut Bali kini sudah bebas dari kasus PMK, sehingga distribusi ternak keluar daerah dapat berjalan lebih optimal.
“Yang kami kirim sudah dijamin sehat dan bebas PMK maupun LSD,” ujarnya.
Adapun pengiriman sapi dari Bali akan diprioritaskan ke sejumlah daerah dengan permintaan tinggi, di antaranya Jakarta dan Kalimantan Barat.
Ia mengatakan kedua wilayah tersebut menjadi pasar utama pengiriman sapi Bali menjelang Idul Adha.
Reporter: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan