DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong percepatan operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh mengatakan jumlah Kopdes Merah Putih yang telah berjalan saat ini sebanyak 169 dari total 716 koperasi atau 23,60 persen.

Keaktifan koperasi tersebut ditandai dengan keberadaan gerai dan aktivitas ekonomi yang sudah berjalan. Meski, sambung Arya Dhyana Sebagian Kopdes Merah Putih yang sudah berjalan merupakan pengembangan dari koperasi simpan pinjam yang telah lebih dulu ada.

Baca juga :  Kadis Koperasi Bali: Meski Ada Keluhan Dana Desa Digeser, Kades Tetap Jalankan Kopdes Merah Putih

“Memang ini terkesan minim (jumlahnya), namun kita rasa baik, karena keberadaan koperasi ini telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” terangnya saat ditemui di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Senin (27/04/2026).

Arya Dhyana mengatakan salah satu hambatan masih minimnya operasional Kopdes Merah Putih adalah akses permodalan. Ia mengatakan meskipun pemerintah pusat membuka peluang pembiayaan melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Namun, persyaratan yang rumit dan ketat seperti kewajiban menyediakan anggunan dinilai menyulitkan bagi koperasi.

“Kita monitor di SIMKOPDES, Jadi disana ada beberapa koperasi yang berminat mengajukan tapi saat ini belum ada dikabulkan. Karena dari himbara kan persyaratanya relative sulit,” terangnya.

Baca juga :  Kadis Koperasi Bali: Meski Ada Keluhan Dana Desa Digeser, Kades Tetap Jalankan Kopdes Merah Putih

Meski perkembangan Kopdes Merah Putih di Bali terbilang lambat, pemerintah daerah tetap mendorong berbagai inisiatif. Di antaranya melalui pengembangan pola ritel lokal (Tentenku) serta pembentukan forum koperasi desa Merah Putih.

Ia mengatakan pemerintah tidak akan memaksakan model usaha tertentu diterapkan koperasi, melainkan mendorong agar koperasi desa Merah Putih dapat menyesuaikan dengan potensi desa masing-masing.

Lebih lanjut, Arya Dhayana mengatakan target 100 persen Kopdes Merah Putih aktif dinilai akan sulit tercapai dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pemerintah provinsi memfokuskan upaya pada pembentukan minimal satu kopdes Merah Putih yang aktif di setiap kecamatan.

Baca juga :  Kadis Koperasi Bali: Meski Ada Keluhan Dana Desa Digeser, Kades Tetap Jalankan Kopdes Merah Putih

Pembinaan juga akan diprioritaskan pada kabupaten/kota dengan tingkat keaktifan koperasi yang masih rendah. Selain itu, koperasi didorong untuk mengembangkan unit usaha sesuai dengan potensi desa masing-masing.

Meski secara operasional masih 23,60 persen, Arya Dyana mengatakan angka pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dilakukan Kopdes Merah Putih terbilang cukup memuaskan. Hingga saat ini sebanyak 56,15 persen atau 402 dari 716 kopdes Merah Putih di Bali telah melaksanakan RAT.

Reporter: Agus Pebriana