DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Sebanyak 12 kamar hunian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA
Kerobokan digeledah dalam razia gabungan yang digelar, Kamis, (23/4/2026).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan serta memastikan lingkungan hunian tetap kondusif bagi proses pembinaan warga binaan.

Penggeledahan dilakukan secara acak dengan melibatkan sinergi lintas instansi. Kegiatan ini diikuti 30 petugas internal Lapas Kerobokan, 8 personel Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, serta dukungan 6 personel TNI, 5 anggota Polri, dan 10 petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca juga :  Lapas Kerobokan Panen 89 Kg Lele, Wujudkan Kemandirian Warga Binaan

Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan Hudi Ismono yang hadir langsung dalam pelaksanaan kegiatan menegaskan bahwa razia tersebut merupakan langkah konkret deteksi dini guna mencegah gangguan keamanan dan peredaran barang terlarang di dalam lapas.

“Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kami dalam menjaga integritas hunian agar tetap bersih dari benda terlarang, demi kenyamanan warga binaan dalam berproses,” ujar Hudi.

Baca juga :  3113 Narapidana di Bali Dapat Remisi

Ia menambahkan, penggeledahan kamar hunian merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi aman dan tertib, sehingga program pembinaan dapat berjalan optimal dan humanis.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kantor Wilayah Ditjenpas Bali, I Wayan Putu Sutresna, turut hadir memantau jalannya kegiatan tersebut.

Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, mengapresiasi kolaborasi solid seluruh unsur yang terlibat dalam razia gabungan tersebut.

Baca juga :  Ratusan Warga Binaan Rayakan Maulid Nabi di Lapas Kerobokan

Menurutnya, keterlibatan aparat penegak hukum menjadi bentuk penguatan pengawasan yang strategis dan akuntabel.

“Dengan langkah yang terukur dan berwibawa, pemasyarakatan terus bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya menjaga secara fisik, tetapi juga membimbing dengan nurani dan dedikasi yang tulus menuju perubahan masa depan yang lebih cerah,” kata Decky.

Editor: Agus Pebriana