Koster Perjuangkan Sejumlah Infrastruktur Strategis Bali Terakomodir di APBN
DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA — Gubernur Bali Wayan Koster, mengusulkan sejumlah program infrastruktur dan sarana-prasarana strategis dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu 8 April 2026.
Dalam forum yang juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi tersebut, Koster menegaskan bahwa percepatan dan sinergi pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga daya saing pariwisata Bali yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
“Kami memohon dukungan penuh agar percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Bali dapat segera direalisasikan. Jika terlambat, Bali bisa tertinggal dari destinasi lain di kawasan,” ujar Koster.

Koster memaparkan, pada 2025 jumlah wisatawan mancanegara ke Bali mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah dengan total kunjungan sekitar 16,3 juta wisatawan. Kontribusi devisa Bali disebut mencapai lebih dari separuh total devisa pariwisata nasional. Namun, tingginya kunjungan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan seperti kemacetan, krisis air bersih, sampah, abrasi pantai, dan tekanan terhadap lingkungan.
Untuk itu, Koster mengusulkan sejumlah program prioritas. Di sektor pengelolaan sampah, Pemprov Bali mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Pesanggaran yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026, serta penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber hingga tingkat rumah tangga.
Pada sektor air bersih, Bali mengusulkan optimalisasi distribusi air dari bendungan yang telah dibangun guna mengurangi eksploitasi air tanah yang berisiko merusak ekosistem.
Di bidang energi, Bali menargetkan pengembangan pembangkit listrik ramah lingkungan hingga 1.550 MW, dengan mengutamakan gas dan energi surya atap tanpa tambahan pembangkit berbahan bakar batu bara.
Sementara pada sektor infrastruktur jalan dan transportasi darat, Koster mengusulkan pembangunan underpass Jimbaran, peningkatan jalan nasional Pesanggaran–Canggu, pembangunan jalan wisata Klungkung–Karangasem, Jalan Lingkar Bali Utara, serta pembangunan jembatan penghubung Badung–Gianyar. Infrastruktur di kawasan Nusa Penida juga masuk dalam daftar prioritas.
Untuk transportasi laut, Bali mengusulkan pembangunan pelabuhan logistik di Karangasem dan Klungkung guna mengurai kepadatan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang kerap memicu kemacetan panjang terutama saat hari raya.
“Kapasitas pelabuhan yang ada sudah sangat terbatas. Kami mengusulkan alternatif penyeberangan ke Bali bagian utara dan timur untuk mengurangi beban di jalur utama,” jelasnya.
Koster menekankan, pembangunan infrastruktur tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya Bali.
Rapat tersebut menghasilkan komitmen untuk menindaklanjuti usulan Pemerintah Provinsi Bali melalui koordinasi lintas kementerian, dengan harapan percepatan pembangunan infrastruktur dapat segera direalisasikan demi menjaga peran strategis Bali sebagai tulang punggung pariwisata nasional.
Editor: Agus Pebriana

Tinggalkan Balasan