Israel Ngamuk Lagi! Netanyahu Tegaskan Tak Ada Gencatan Senjata di Lebanon
DIKSIMERDEKA.COM TEL AVIV Konflik Israel Lebanon terus memanas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata di Lebanon dan militernya akan terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh.
Pernyataan keras ini muncul di tengah tekanan internasional agar konflik segera dihentikan, Jumat (10/4/2026).
Netanyahu: Serangan Akan Terus Berlanjut
Seperti yang dilansir The Guardian, Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer Israel tidak akan berhenti.
Ia menyatakan tidak ada kesepakatan gencatan senjata di Lebanon dan pasukannya akan terus menyerang target Hizbullah di mana pun diperlukan.
Namun di sisi lain, ia membuka peluang diplomasi dengan mengatakan pemerintahnya akan segera memulai negosiasi langsung dengan Lebanon untuk membahas perlucutan senjata Kelompok Hizbullah dan membangun hubungan damai.
Iran: Tidak Ingin Perang, Tapi Siap Melawan
Dari pihak Iran, pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei menyampaikan sikap yang tegas namun terbuka.Ia mengatakan negaranya tidak menginginkan perang, tetapi tidak akan menyerah membela hak-haknya.
“Kami tidak mencari perang dan tidak menginginkannya. Tetapi kami tidak akan pernah melepaskan hak-hak sah kami dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Ratusan Warga Sipil Tewas Meski Ada Gencatan Senjata
Situasi semakin memprihatinkan. Dalam 24 jam setelah pengumuman gencatan senjata, lebih dari 300 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Lebanon.
Serangan tersebut menghantam wilayah padat penduduk dan menuai kecaman dari organisasi kemanusiaan internasional.
Gencatan Senjata Terancam Gagal
Harapan damai yang sempat muncul kini berada di ujung tanduk.Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim gencatan senjata menjadi langkah besar menuju perdamaian.Namun kenyataannya, kesepakatan tersebut justru terancam runtuh di hari pertama.Trump bahkan memperingatkan bahwa serangan militer AS bisa kembali dilanjutkan jika Iran tidak mematuhi kesepakatan.
🌊 Iran Ancam Tutup Selat Hormuz
Sebagai respons, Iran mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negosiasi tidak berarti selama serangan Israel masih berlangsung.Ia juga menegaskan Iran tidak akan meninggalkan rakyat Lebanon.
Konflik ini menunjukkan bahwa situasi Timur Tengah semakin kompleks.Gencatan senjata yang tidak mencakup semua pihak justru memperbesar risiko konflik lanjutan.Jika Selat Hormuz kembali ditutup, dampaknya bisa meluas ke krisis energi global. Pernyataan Netanyahu memperjelas bahwa konflik belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Meski ada upaya diplomasi, realitas di lapangan menunjukkan eskalasi masih terus terjadi.
Dunia kini menunggu apakah konflik ini akan meluas atau justru menemukan jalan damai.

Tinggalkan Balasan