DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Dewa Made Mahayadnya atau yang akrab disapa Dewa Jack, resmi dilantik sebagai Ketua Orado Provinsi Bali. Dewa Jack mengatakan, agenda utama Orado Bali ke depan adalah memperkuat pembinaan organisasi dan atlet di kabupaten/kota.

Selain itu, Dewa Jack juga mulai menggelar kejuaraan berjenjang, dimulai dari kejuaraan cabang (kejuncab), kejuaraan provinsi (kejurprov), hingga kejuaraan nasional (kejurnas).

“Yang pertama tugas kami sebagai pengurus provinsi adalah membentuk pengurus cabang, dan itu sudah dilaksanakan. Kemudian kami juga melaksanakan kejuaraan cabang, di mana pemenangnya akan mengikuti kejuaraan provinsi, lalu berlanjut ke kejuaraan nasional di Bogor,” ujar Dewa Jack, Jumat (10/04/2026).

Dewa Jack yang juga Ketua DPRD Bali menegaskan, pembinaan atlet menjadi fokus utama dalam mengangkat permainan domino dari sekadar hiburan masyarakat menjadi olahraga berprestasi.

Menurutnya, domino selama ini identik dengan stigma negatif, namun melalui Orado, permainan ini diarahkan menjadi cabang olahraga dengan aturan yang jelas dan sistem kompetisi yang profesional.

“Dulu domino hanya kegemaran masyarakat, khususnya di Bali yang sering berkumpul hingga malam hari. Sekarang kita angkat menjadi olahraga prestasi, tentu dengan aturan, ada wasit dan sistem pertandingan yang menjunjung tinggi keadilan,” jelasnya.

Dalam sistem pertandingan resmi, permainan domino tidak lagi dimainkan secara bebas, melainkan menggunakan format berpasangan dengan aturan baku. Hal ini, kata dia, menuntut keterampilan dan strategi yang lebih tinggi, sekaligus memastikan pertandingan berjalan fair melalui pengawasan wasit.

Dewa Jack juga optimistis domino akan segera diakui sebagai cabang olahraga resmi di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Saat ini, Orado telah terbentuk di 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Harian PB Orado, Giri Bayu Kusumah, menyatakan pihaknya tengah mengupayakan pengakuan resmi dari KONI dengan melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.

“Secara organisasi kita sudah memenuhi syarat, sudah terbentuk di 38 provinsi dan hampir 400 kabupaten/kota. Kami juga akan menggelar kejuaraan nasional pada 24–26 April sebagai bagian dari proses menuju pengakuan KONI,” ujarnya.

Ia menambahkan, Orado juga telah menjalin komunikasi intensif dengan KONI pusat dan optimistis dalam waktu dekat domino akan masuk sebagai cabang olahraga prestasi. Ke depan, Orado menargetkan dapat mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Tak hanya di tingkat nasional, Bayu juga mengatakan Orado juga menyiapkan langkah menuju kancah internasional dengan rencana pembentukan federasi domino tingkat Asia hingga dunia. Aturan permainan pun terus diselaraskan dengan standar internasional.

“Target kami bukan hanya nasional, tapi juga internasional. Kami sudah merancang pembentukan federasi di Asia dan dunia, sehingga domino bisa berkembang sebagai olahraga global,” tandasnya.

Editor: Agus Pebriana