Kememenhub Gaspol Water Taxi, Ngurah Rai –Canggu Cuma 30 Menit
DIKSIMERDEKA.COM JAKARTA Kemacetan di Bali makin bikin wisatawan dan warga geleng-geleng kepala. Pemerintah pun tak tinggal diam. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung tancap gas menyiapkan jurus baru: water taxi alias taksi air.
Langkah ini dibahas dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI dan Gubernur Bali di Senayan, Jakarta, Rabu (8/4).
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan, proyek ini bukan sekadar wacana. Kemenhub sudah menyiapkan strategi besar memperkuat konektivitas pariwisata Bali, termasuk pembangunan dermaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng.
Lawan Macet, Water Taxi Jadi Andalan
Water taxi diproyeksikan jadi solusi cepat mengurai kemacetan, khususnya di kawasan padat seperti Badung dan Canggu.
Saat ini, perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Canggu bisa makan waktu 1–2 jam. Tapi dengan water taxi, waktunya bisa “dipangkas brutal”.
“Water taxi dapat menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan pariwisata Canggu. Berdasarkan observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan darat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu adalah 1-2 jam. Sedangkan menggunakan Water Taxi, diharapkan bisa menempuh maksimal 30 menit,” ujar Menhub Dudy.
Proyek ini kini masuk tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED) oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Targetnya, konstruksi dimulai Agustus 2026 dan rampung Juli 2027.
Pelabuhan Celukan Bawang Ikut Digeber
Tak hanya water taxi, Kemenhub juga menyiapkan pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng.
Dermaga I akan diperpanjang 92 meter untuk melayani kapal general cargo dan aspal curah cair. Sementara Dermaga II akan jadi dermaga multipurpose dengan tambahan panjang 60 meter—melayani penumpang hingga logistik curah kering.
Langkah ini diambil agar lalu lintas kendaraan besar dan kecil tak lagi “campur aduk”.
Antisipasi Lonjakan Arus, Pelabuhan Baru Disiapkan
Kemenhub juga menyoroti potensi lonjakan arus kendaraan, terutama saat momen besar keagamaan.
“Sebagai salah satu solusi jangka pendek, kami juga meminta Pelindo melakukan pengembangan pelabuhan khususnya di Ketapang, dengan membuka dermaga baru di Gilimanuk. Kami harap bisa mendapat wilayah sebagai pelabuhan pasangan yang menerima kapal dari Ketapang. Kami harap juga bisa mendapat wilayah buffer zone sebagai salah satu solusi alternatif untuk mengatasi flow arus kendaraan yang begitu besar. Apalagi tahun depan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri akan berdampingan,” kata Menhub Dudy.
Target: Bali Lebih Lancar, Wisata Naik Kelas
Menhub berharap seluruh proyek ini bisa segera terealisasi.
Tujuannya jelas: memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas wisatawan, mempercepat distribusi logistik, sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini jadi “PR besar” Bali.
Rapat ini juga dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Menteri PU Dody Hanggodo, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Tinggalkan Balasan