DIKEIMERDEKA.COM – Di sebuah kantor di kawasan Tukad Batang Hari, Denpasar Selatan, aktivitas pagi itu berjalan cepat. Telepon berdering, staf keluar-masuk ruang rapat, dan seorang anak muda dengan kemeja rapi berdiri memberi arahan. Wajahnya masih sangat muda, bahkan belum genap dua dekade.

Dialah Hiroki Askara.

Lahir dengan nama Made Hiroki di Denpasar pada 27 Oktober 2006, ia kini dikenal sebagai CEO ASKARA GROUP, jejaring bisnis yang bergerak di bidang properti, kontraktor, legalitas usaha, perpajakan, imigrasi, hingga hiburan. Di media sosial, namanya kerap berseliweran. Bukan hanya karena lini bisnisnya yang beragam, tetapi juga gaya kepemimpinannya yang disebut-sebut dermawan dan penuh motivasi.

Membangun dari Nol

Hiroki mengaku memulai langkahnya di usia 15 tahun, dengan modal yang sangat terbatas. Ia kerap menyebut dirinya membangun usaha “dari nol”.

Perjalanan itu perlahan berkembang. Dari mengelola kavling tanah di kawasan Mengwi, Penarungan, Dalung Tuka hingga Pantai Sidayu, ia memperluas sayap bisnisnya. ASKARA kemudian hadir sebagai konsultan bisnis yang melayani pendirian perusahaan, perpajakan, dokumen imigrasi, hingga legal dan notaris rekanan.

Tak berhenti di sana, lini usahanya merambah jasa konstruksi, layanan akuntansi dan pajak melalui Hiroki.co, hingga bidang hiburan lewat Hirokiteament studio musik dan produksi video yang menyasar pasar anak muda kreatif.

Di usianya yang masih belia, keberanian mengambil peluang menjadi ciri khasnya.

Sosok yang Viral

Nama Hiroki semakin dikenal publik setelah viral di media sosial, terutama dalam unggahan yang menyeret namanya bersama figur publik Bali, Nih Luh Jelantik. Sejak saat itu, sorotan terhadap dirinya semakin besar.

Namun yang membuatnya terus diperbincangkan bukan hanya kontroversi, melainkan citra sebagai pemimpin muda yang dekat dengan karyawan. Dalam berbagai konten di akun TikTok dan Instagramnya, ia kerap membagikan momen pemberian bonus, apresiasi tim, hingga motivasi kerja.

Bagi para pengikutnya, ia adalah simbol generasi muda Bali yang berani tampil dan mengambil peran di dunia bisnis.

Generasi Baru Pengusaha Bali

Fenomena Hiroki mencerminkan perubahan lanskap kewirausahaan di Bali. Jika dulu bisnis identik dengan figur senior dan pengalaman panjang, kini media sosial membuka ruang baru bagi anak muda untuk membangun personal branding sekaligus memperluas jaringan usaha.

Dengan aktivitas yang padat di dunia digital, Hiroki memanfaatkan platform seperti TikTok dan Instagram sebagai etalase sekaligus alat pemasaran. Di sanalah ia membangun narasi tentang kerja keras, loyalitas tim, dan ekspansi bisnis.

Di balik sorotan dan viralitas, perjalanan seorang Made Hiroki tetaplah kisah tentang keberanian memulai. Tentang anak muda Denpasar yang mencoba membangun kerajaan bisnisnya sendiri di tengah peluang dan tantangan zaman yang bergerak cepat.

Apakah langkahnya akan terus melesat atau diuji gelombang berikutnya, waktu yang akan menjawab. Namun satu hal pasti: namanya telah menjadi bagian dari percakapan generasi muda Bali hari ini.