PSG vs Chelsea Jadi Bukti: Juara Bertahan Masih Tim yang Harus Dikalahkan

DIKSIMERDEKA.COM, PARIS – LagaPSG vs Chelsea Liga Champions membuktikan satu hal: Paris Saint-Germain masih menjadi tim paling menakutkan di Eropa.

Juara bertahan Liga Champions itu menghajar Chelsea 5-2 pada leg pertama 16 besar di Parc des Princes. Kemenangan besar tersebut sekaligus menunjukkan mengapa PSG kembali difavoritkan mempertahankan trofi.

Sepanjang musim ini penampilanPSG memang naik-turun. Namun ketika mereka menemukan ritme permainan, level mereka berada di atas banyak tim Eropa.

Hal itu terlihat jelas saat pertandingan memasuki 15 menit terakhir laga.

Chelsea sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit. Tim Premier League itu bahkan dua kali menyamakan skor menjadi 2-2 dan sempat mengancam membalikkan keadaan sebelum leg kedua di Stamford Bridge.

Namun momentum pertandingan berubah drastis setelah satu kesalahan fatal.


Kesalahan Kiper Chelsea Jadi Titik Balik

Kesalahan kiper Filip Jorgensen menjadi awal kehancuran Chelsea.

Penjaga gawang yang secara mengejutkan dipilih menggantikan kiper utama Robert Sánchez kehilangan bola. Situasi tersebut langsung dimanfaatkan Khvicha Kvaratskhelia sebelum bola sampai ke Vitinha.

Baca juga :  Agregat 2-0 Belum Aman! Preview Bayer Leverkusen vs Olympiacos dan Prediksi Skor

Gelandang Portugal itu dengan tenang mencungkil bola melewati Jorgensen dan membawa PSG unggul 3-2.

Kesalahan tersebut menjadi error ketiga Chelsea yang berujung gol di Liga Champions musim ini. Catatan buruk itu hanya kalah dari Tottenham yang memiliki enam kesalahan serupa.

Sejak gol tersebut, permainan Chelsea runtuh.


PSG Menggila di 15 Menit Terakhir

Setelah gol ketiga, PSG langsung menaikkan tempo.

Chelsea yang sebelumnya mampu mengimbangi permainan justru terlihat kehilangan kendali. PSG memanfaatkan situasi itu dengan sangat kejam.

Kvaratskhelia menjadi aktor utama.

Winger asal Georgia tersebut tampil luar biasa setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Ia mencetak:

  • gol keempat lewat tendangan melengkung dari luar kotak penalti pada menit ke-86
  • gol kelima di masa injury time

Skor akhir pun berubah menjadi 5-2 untuk PSG.

Chelsea sebenarnya sempat menyamakan kedudukan lewat Malo Gusto dan Enzo Fernández, tetapi lini serang PSG terlalu tajam untuk dihentikan.

Baca juga :  PSG Hajar Liverpool 2-0 ! Arne Slot Akui Timnya ‘Dihabisi’, Harapan Tipis di Anfield

Statistik Gila PSG

Kemenangan PSG semakin mencolok jika melihat statistik pertandingan.

Paris Saint-Germain mencetak 5 gol dari expected goals hanya 0,87.

Artinya mereka mencetak +4,13 gol di atas ekspektasi — angka tertinggi kedua di fase knockout Liga Champions dalam 15 tahun terakhir.

Efektivitas itu memperlihatkan betapa berbahayanya lini depan PSG.

Gol pembuka PSG dicetak Bradley Barcola, sedangkan gol kedua lahir dari serangan balik cepat Ousmane Dembélé.

Kecepatan transisi serangan PSG menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Chelsea.


Luis Enrique Punya Senjata Mematikan

Pelatih PSG Luis Enrique memiliki lini serang yang sangat berbahaya.

Kombinasi:

  • Kvaratskhelia
  • Dembélé
  • Barcola
  • Vitinha

memberikan PSG kekuatan ofensif yang sulit dihentikan.

Namun di balik ketajaman tersebut, PSG masih memiliki kelemahan di lini belakang.

Keputusan klub melepas Gianluigi Donnarumma ke Manchester City musim panas lalu juga sempat dipertanyakan.

Penggantinya, Lucas Chevalier, menjalani musim pertama yang tidak mudah di Paris.

Baca juga :  Prediksi PSG vs Chelsea: Duel Juara Liga Champions Memanas di Parc des Princes

Chelsea Hancur karena Panik

Pelatih Chelsea Liam Rosenior mengakui timnya kehilangan ketenangan setelah gol ketiga PSG.

“15-20 menit terakhir sangat gila. Itu tanggung jawab saya. Kami harus lebih tenang ketika menghadapi situasi sulit,” kata Rosenior.

Ia menambahkan Chelsea sebenarnya masih berada dalam pertandingan selama 75 menit.

Namun kesalahan sendiri membuat situasi berubah drastis.


PSG Kirim Pesan ke Seluruh Eropa

Hasil ini membuat PSG menjadi favorit kuat untuk lolos ke perempat final Liga Champions.

Chelsea masih memiliki peluang pada leg kedua di Stamford Bridge. Namun mereka harus mencetak minimal tiga gol untuk memaksakan perpanjangan waktu.

Masalahnya, strategi menyerang total justru bisa memberi ruang bagi PSG melakukan serangan balik.

Jika Kvaratskhelia kembali tampil seperti di Paris, PSG bisa menjadi mimpi buruk bagi siapa pun yang tersisa di kompetisi.

PSG sekali lagi menunjukkan satu hal:
ketika mereka menemukan permainan terbaiknya, hampir tidak ada tim yang mampu menyaingi mereka.