Arsenal Selamat! Penalti Havertz Menit 89 Gagalkan Kemenangan Leverkusen di Liga Champions
Arsenal vs Leverkusen: Havertz Selamatkan The Gunners di Menit 89
DIKSIMERDEKA.COM LEVERKUSEN- Laga Arsenal vs Leverkusen di Liga Champions menghadirkan drama besar di BayArena, Leverkusen, Jerman. Arsenal hampir pulang dengan tangan hampa sebelum Kai Havertz muncul sebagai penyelamat di menit ke-89.
Penalti Havertz memastikan Arsenal menahan Bayer Leverkusen 1-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Namun hasil itu juga menegaskan satu hal: permainan The Gunners masih jauh dari kata meyakinkan.
“Kalau kita lihat, Arsenal punya kualitas. Tapi kualitas saja tidak cukup kalau ritme permainan tidak stabil,” ujar ESPN dalam analisisnya.
Selain itu, hasil Arsenal vs Leverkusenini tetap membuat Arsenal berada di posisi lebih baik untuk melaju ke perempat final. Apalagi mereka akan memainkan leg kedua di Emirates Stadium.
Havertz Pulang sebagai Pahlawan
Kisah paling menarik dalam laga dini hari tadi,tentu datang dari Kai Havertz.
Sebelum pertandingan dimulai, Bayer Leverkusen memberikan penghormatan kepada mantan pemain mereka tersebut. Klub Jerman itu bahkan menampilkan foto kenangan Havertz selama satu dekade membela Leverkusen.
Namun cerita romantis itu berubah menjadi drama.
Menjelang akhir pertandingan, Arsenal mendapatkan penalti setelah Malik Tillman menyentuh Noni Madueke di kotak penalti. Situasi tersebut memberi Havertz kesempatan mengeksekusi tendangan dari titik putih.
Ia menunggu cukup lama sebelum menendang.
Namun Havertz tetap tenang.
Ia mengirim bola melewati kiper Leverkusen Janis Blaswich dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut juga memperpanjang kontribusi Havertz sejak pulih dari cedera lutut. Dalam 316 menit bermain, ia sudah mencetak tiga gol dan dua assist.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta pun menilai momen itu sangat spesial.
“Sepak bola adalah permainan yang lucu dan sering menghadirkan cerita spesial. Dia kembali ke sini setelah waktu yang lama, pernah menjadi bagian dari klub ini, lalu datang dan mencetak gol yang sangat penting. Saya pikir itu momen besar,” kata Arteta.
Leverkusen Sempat Mengejutkan Arsenal
Meski akhirnya berakhir imbang, jalannya Arsenal vs Leverkusen Liga Champions sebenarnya lebih banyak berpihak pada tim tuan rumah.
Arsenal sempat membuka ancaman melalui Gabriel Martinelli yang membentur mistar gawang di awal pertandingan.
Namun setelah itu Leverkusen justru tampil lebih berani.
Tim tuan rumah bahkan sempat mengejek Arsenal sebelum pertandingan melalui media sosial dengan unggahan bertuliskan “no corners allowed”. Sindiran tersebut merujuk pada kehebatan Arsenal dalam situasi bola mati.
Ironisnya, Leverkusen justru unggul lewat skema yang mirip.
Serangan langsung setelah kickoff babak kedua menghasilkan sepak pojok Alejandro Grimaldo. Bola kemudian disambut Robert Andrich di tiang jauh dan membawa Leverkusen unggul 1-0.
Arteta sebenarnya sudah mengantisipasi pola itu.
Namun pemain Arsenal gagal membaca situasi.
Arteta Frustrasi di Pinggir Lapangan
Sepanjang pertandingan Arsenal vs Leverkusen Liga Champions, bahasa tubuh Arteta terlihat penuh frustrasi.
Arsenal kesulitan membongkar pertahanan Leverkusen. Mereka juga bermain terlalu satu dimensi dalam penguasaan bola.
Karena itu Arteta melakukan beberapa pergantian penting:
- Noni Madueke menggantikan Bukayo Saka
- Kai Havertz menggantikan Viktor Gyökeres
- Gabriel Jesus menggantikan Eberechi Eze
Perubahan tersebut akhirnya membuat serangan Arsenal lebih hidup.
Arteta pun mengakui timnya sempat kehilangan arah.
“Kami memiliki 10 sampai 15 menit di mana kami tidak cukup berbahaya dan tidak cukup memahami bagaimana menyerang blok pertahanan mereka,” kata Arteta.
Namun setelah pergantian pemain, Arsenal mulai menemukan ritme.
“Dalam 20 sampai 25 menit terakhir, permainan kami jauh lebih baik. Pada akhirnya kami menemukan cara untuk mencetak gol dan mengakhiri pertandingan,” lanjutnya.
Kontroversi Penalti dan Adu Argumen
Pertandingan Arsenal vs Leverkusen Liga Champions juga diwarnai perdebatan sengit di pinggir lapangan.
Pelatih Leverkusen Kasper Hjulmand bahkan sempat beradu argumen dengan pelatih set-piece Arsenal Nico Jover.
Hjulmand mempertanyakan legalitas permainan fisik Arsenal saat situasi bola mati.
“Saya hanya mempertanyakan, apakah benar dalam aturan Anda bisa menabrak pemain tanpa bola? Jadi dia hanya melihat dan berkata, ‘Kalian juga melakukannya?’ Ya, kami juga melakukannya,” jelas Hjulmand.
Ia juga menilai wasit seharusnya tidak mudah memberikan penalti.
Menurutnya, keputusan seperti itu seharusnya menunggu intervensi VAR.
Arsenal Harus Lebih Tajam di Leg Kedua
Meski selamat dari kekalahan, performa Arsenal dalam Arsenal vs Leverkusen Liga Champions tetap menimbulkan tanda tanya.
Arsenal belum tampil seperti kandidat juara.
Menurutnya, Arsenal masih terlalu bergantung pada momen individu.
Namun Arteta tetap optimistis menghadapi leg kedua.
“Level eksekusi kami tentu harus lebih baik dan akan lebih baik di leg kedua,” kata Arteta.
Ia juga menegaskan Arsenal harus belajar dari pertandingan ini.
“Ini pengingat betapa sulitnya memenangkan pertandingan di kompetisi ini, terutama saat bermain tandang,” ujarnya.
Arsenal Masih Favorit Lolos
Hasil imbang 1-1 membuat Arsenal tetap berada di posisi yang menguntungkan.
Apalagi mereka akan memainkan leg kedua di London.
Namun satu hal jelas dari laga itu,
Arsenal memang memiliki kualitas.
Tetapi jika ingin melangkah jauh di Liga Champions, The Gunners harus tampil jauh lebih tajam dan lebih konsisten.

Tinggalkan Balasan