DIKSIMERDEKA.COM, JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 8 efek baru selama periode 23–27 Februari 2026 yang terdiri dari 6 obligasi dan 2 sukuk. Nilainya triliunan rupiah dan didominasi sektor multifinance, menandakan pasar surat utang korporasi masih atraktif di tengah fluktuasi saham.

Rabu (25/2), PT Indomobil Finance Indonesia mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2026 senilai Rp2,5 triliun. Instrumen ini memperoleh peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) dengan PT Bank Mega Tbk sebagai wali amanat.

Masih di hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mencatatkan obligasi Rp1,05 triliun dan sukuk mudharabah Rp1,55 triliun. Keduanya berperingkat idA dan idA(sy) dari PEFINDO, dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk sebagai wali amanat.

Baca juga :  Road to CMSE 2025 Dimulai: Kolaborasi Dukung Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

Kamis (26/2), PT Surya Artha Nusantara Finance merilis obligasi Rp1,2 triliun berperingkat idAA. Sementara PT Bank Pan Indonesia Tbk menerbitkan obligasi Rp2,71 triliun dengan peringkat idAA. Wali amanat masing-masing adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Jumat (27/2), PT Federal International Finance mencatat obligasi Rp2,5 triliun berperingkat AAA(idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Di hari yang sama, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menerbitkan obligasi Rp2 triliun dan sukuk Rp500 miliar dengan peringkat idAAA dan idAAA(sy). Wali amanatnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Baca juga :  Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 13 Juta

Outstanding Capai Rp560 Triliun

Sepanjang 2026, sudah ada 30 emisi dari 21 emiten dengan total Rp28,71 triliun. Secara keseluruhan, obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai 677 emisi dengan nilai outstanding Rp560,01 triliun dan USD134,01 juta dari 133 emiten.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat berjumlah 186 seri senilai Rp6.683,44 triliun dan USD352,10 juta. Efek Beragun Aset (EBA) tercatat 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.

IHSG Melemah, Transaksi Naik

Di pasar saham, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 25,35% menjadi Rp29,52 triliun. Volume transaksi juga naik 8,55% menjadi 51,02 miliar lembar.

Baca juga :  Penghargaan GI BEI 2020, Apresiasi Mendorong Pasar Modal Indonesia Berintegritas

Namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,44% ke level 8.235,485. Kapitalisasi pasar turun 1,03% menjadi Rp14.787 triliun. Investor asing mencatat net sell Rp694,22 miliar pada akhir pekan dan secara year-to-date net sell Rp9,51 triliun.

Analisis

Maraknya penerbitan obligasi, terutama dari sektor multifinance, menunjukkan kebutuhan pendanaan masih tinggi. Dengan suku bunga relatif stabil dan rating mayoritas di level AA hingga AAA, instrumen ini berpotensi menarik minat investor yang mencari imbal hasil tetap di tengah volatilitas saham.