Inflasi Malaysia Naik 1,6 Persen, Biaya Hidup Diam-diam Makin Menekan
KUALA LUMPUR — Tekanan ekonomi kembali terasa di Malaysia. Departemen Statistik Nasional melaporkan inflasi Januari 2026 naik 1,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini memang masih sesuai prediksi pasar dan sama dengan kenaikan Desember 2025, tetapi sinyal kenaikan harga kebutuhan hidup tetap terasa di tengah masyarakat. begitu yang dilapor kan harian The Star Malaysia.
Secara bulanan, inflasi memang melambat. Indeks harga konsumen hanya naik 0,1 persen pada Januari, lebih rendah dari 0,3 persen pada bulan sebelumnya. Meski demikian, perlambatan itu bukan berarti tekanan harga mereda sepenuhnya. Pemerintah mencatat kenaikan biaya terjadi di sejumlah sektor penting, terutama perawatan pribadi dan layanan sosial, pendidikan, perumahan serta utilitas seperti listrik dan gas, hingga sektor rekreasi dan budaya.
“Kenaikan di bidang-bidang ini menunjukkan bahwa biaya hidup sehari-hari masih bergerak naik, terutama pada kebutuhan yang sulit dihindari masyarakat,” tulis The Star.
Di sisi lain, laju kenaikan harga tertahan karena beberapa sektor justru melambat, seperti layanan keuangan, restoran dan hotel, kesehatan, komunikasi, serta perlengkapan rumah tangga. Bahkan harga pakaian dan alas kaki tercatat stagnan setelah sebelumnya sempat naik tipis. Faktor paling membantu meredam inflasi datang dari sektor transportasi yang turun 0,7 persen, berbalik dari kenaikan bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi bantalan penting agar inflasi tidak melompat lebih tinggi di awal tahun.
Data ini memberi gambaran bahwa ekonomi Malaysia masih berada dalam kondisi relatif terkendali, tetapi tekanan struktural belum hilang. Kenaikan pada sektor kebutuhan dasar seperti hunian dan pendidikan sering menjadi indikator awal beban hidup masyarakat meningkat, meski angka inflasi keseluruhan tampak stabil. Bagi pembuat kebijakan, situasi seperti ini menuntut kehati-hatian karena stabilitas angka makro belum tentu mencerminkan kenyamanan ekonomi di tingkat rumah tangga.
intinya inflasi Malaysia belum masuk kategori mengkhawatirkan, namun tanda-tanda tekanan biaya hidup sudah terlihat jelas. Angka statistik boleh stabil, tetapi bagi warga biasa, harga yang perlahan naik tetap terasa di dompet.

Tinggalkan Balasan