AC Milan Hajar Bologna 3-0! Tanpa Leao-Pulisic Tetap Ganas, Inter Mulai Tersudut
DIKSIMERDEKA.CIM, MILAN-AC Milan gagal menuntaskan transfer deadline day untuk striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta. Namun begitu bursa tutup, Rossoneri justru pesta. Mereka menggilas Bologna 3-0 di Dall’Ara, S Kamis dini hari WIB dan kemenangan Bologna vs Milan 0-3 ini terasa seperti pernyataan keras untuk Inter di puncak klasemen.
Lebih gila lagi, Milan melakukan itu tanpa dua senjata utama: Rafael Leao dan Christian Pulisic. Tapi justru di situlah pesan sebenarnya: Milan kini tak bergantung pada satu-dua bintang.
Milan Wajib Menang Demi Kejar Inter, Bologna Lagi Limbung
Bologna bermain dengan kondisi goyah. Sebelum kick-off, mereka cuma menang sekali dari enam laga Serie A di 2026.
Sementara itu, Milan datang usai hasil imbang 1-1 melawan Roma pekan lalu. Jadi mereka tidak punya pilihan selain menang jika ingin terus menekan Inter di papan atas.
Tekanan besar itu tidak membuat Milan panik. Sebaliknya, mereka tampil rapi, disiplin, dan klinis.
Kondisi Tim: Bologna pincang, Milan tanpa Pulisic
Bologna tampil tanpa kiper utama Lukasz Skorupski yang terkena skorsing. Mereka juga kehilangan bek tangguh Jhon Lucumi akibat cedera.
Milan sendiri lebih “ramai” daftar absennya: tak ada Christian Pulisic, Alexis Saelemaekers, dan Santiago Gimenez karena masalah kebugaran. Rafael Leao hanya cukup fit untuk duduk di bangku cadangan.
Namun keputusan pelatih Milan memberi kejutan menarik: duet depan baru, Christopher Nkunku berpasangan dengan Ruben Loftus-Cheek. Niclas Fullkrug pun hanya jadi opsi cadangan.
Dan ternyata, duet dadakan itu jadi mimpi buruk buat Bologna.
Babak Pertama: Milan Tumbuh, Lalu Menggigit
Bologna mengawali laga cukup meyakinkan lewat Juan Miranda dan Jonathan Rowe. Mereka memaksa beberapa tendangan bebas dan sepak pojok, tetapi tidak ada yang benar-benar mengancam.
Setelah 15 menit, Milan mulai mengontrol tempo. Umpan silang Zachary Athekame hampir membuka skor saat Youssouf Fofana menyundul bola—sayangnya melebar tipis.
Namun Milan tidak butuh waktu lama untuk “menyelesaikan urusan”.
Gol Perdana dari Loftus-Cheek MembukaPesta
Dua menit setelah peluang Fofana, Milan akhirnya unggul.
Nkunku mendapat ruang untuk menyundul bola. Kiper Federico Ravaglia memang menepis bola pertama, tetapi pantulannya jatuh ke arah Adrien Rabiot. Sang gelandang lalu mengalirkan bola ke Loftus-Cheek—dan pemain Inggris itu menuntaskan dari jarak 10 yard.
Gol ini bukan sekadar pembuka. Ini juga mengubah ritme laga: Milan makin percaya diri, Bologna makin ragu.
Gol Kedua Nkunku Menambah Luka Lewat Penalti
Menjelang turun minum, kombinasi Nkunku–Loftus-Cheek kembali membelah Bologna.
Loftus-Cheek mengirim Nkunku masuk kotak penalti. Ravaglia mencoba keluar menutup ruang, tetapi ia telat membaca gerak. Alhasil, kiper Bologna itu menjatuhkan Nkunku.
Wasit menunjuk titik putih. VAR mengecek dan menguatkan keputusan.
Nkunku pun mengeksekusi penalti rendah ke kanan. Ravaglia tertipu total.
Skor berubah 2-0, dan laga praktis sudah miring.
Gol Ketiga dari Rabiot Menghabisi Bologna dalam Sekejap
Begitu babak kedua dimulai, Bologna melakukan kesalahan yang sulit dipercaya.
Juan Miranda melakukan lemparan jauh aneh dari wilayahnya sendiri, bola jatuh di area “tanpa tuan”. Rabiot membaca peluang, mencuri bola, lalu berlari bebas menuju gawang.
Satu lawan satu? Rabiot tidak buang-buang kesempatan. Gol.
Dan skor 3-0 membuat Bologna ambruk total.
Pada titik itu, kemenangan Bologna vs Milan 0-3 berubah dari sekadar hasil besar menjadi simbol: Milan sedang matang secara mental.
AnalisaDiksi Bola: Milan Menang Karena Dewasa, Bukan Karena Hoki
Setelah gol ketiga, peluang bersih mulai jarang muncul. Bologna menguasai bola cukup lama, tetapi Milan menutup ruang dengan blok disiplin.
Inilah versi baru Milan: mereka tidak perlu selalu menekan habis-habisan. Mereka cukup membunuh pertandingan lewat efisiensi.
Fullkrug sempat punya peluang setelah menerima bola panjang. Ia melewati Torbjorn Heggem, tetapi akhirnya menabrak kiper Ravaglia.
Namun mari realistis: laga sudah selesai sejak awal babak kedua.
Milan 22 Laga Tak Terkalahkan: Inter Patut Panik
Kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan Milan di Serie A menjadi 22 pertandingan. Mereka kini hanya berjarak lima poin dari pemuncak klasemen, Inter.
Dan yang membuat Inter harus waspada: Milan menang besar tanpa Leao dan Pulisic. Artinya, skuad Milan punya kedalaman yang menakutkan.
Bologna? Mereka tertahan di posisi ke-10, dan bisa turun ke paruh bawah klasemen jika pekan depan kembali terpeleset.
Hasil Akhir
Bologna 0-3 Milan
Loftus-Cheek (20’), Nkunku (39’), Rabiot (48’)

Tinggalkan Balasan