DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Putri Koster, mengungkapkan rencana pengembangan kampung difabel yang terintegrasi sebagai bagian dari upaya pemberdayaan kelompok rentan di Bali.

Hal itu disampaikan Putri Koster dalam wawancara yang berlangsung di Ruang Podcast Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/2/2026).

Baca juga :  Pameran IKM Bali Bangkit 7 Resmi Ditutup: Penjualan Sampai Rp 700 Juta

Ia menjelaskan bahwa kampung difabel direncanakan terintegrasi dengan berbagai pelatihan keterampilan, seperti barista, pijat, dan bidang keterampilan lainnya yang memiliki nilai ekonomi.

Putri Koster pun telah menyampaikan rencana tersebut kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan mendapat perhatian serius.

Baca juga :  Ny Putri Koster Lantik Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Jembrana, Karangasem, Bangli, Tabanan, dan Badung

Putri Koster mengatakan salah satu lokasi yang dipertimbangkan menjadi kampung difabel adalah kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung.

“Hal tersebut telah saya sampaikan kepada Pak Gubernur. Rencananya, di PKB di Klungkung akan disiapkan satu kawasan khusus yang mengakomodasi kebutuhan masyarakat Bali penyandang disabilitas,” ujarnya.

Baca juga :  Putri Koster Ajak PKK Bali Wujudkan “Palemahan Kedas” Lewat Gerakan Kelola Sampah dari Sumber

Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan media massa.

Menurutnya, peran media sangat strategis sebagai jembatan informasi sekaligus penguat sinergi agar program pemberdayaan sosial dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Editor: Agus Pebriana