DIKSIMERDEKA.COM,BOLOGNA-Pertandingan Bologna vs AC Milan bakal menutup rangkaian giornata ke-23 Serie A dengan tensi yang diam-diam panas. AC Milan datang ke Stadio Dall’Ara dengan misi jelas: terus menempel Inter Milan dalam perburuan scudetto. Namun Bologna tentu tak mau jadi figuran, apalagi mereka masih mengejar kemenangan kandang pertama di tahun ini.

Yang bikin menarik, ini bukan duel biasa. Musim lalu mereka bertemu di final Coppa Italia, dan Bologna keluar sebagai pemenang. Milan jelas masih ingat rasanya kalah di partai puncak. Jadi, ini semacam “utang” yang belum lunas sepenuhnya.


Situasi Terkini: Milan Tidak Sempurna, Tapi Konsisten Banget

Memasuki 2026, Milan memang sempat kehilangan beberapa poin. Namun mereka tetap berdiri sebagai penantang utama Inter. Dan yang paling bikin lawan gelisah: mereka sulit sekali kalah.

Pekan lalu, Milan hampir mengulang skenario kemenangan atas Roma pada November. Mereka sempat mengandalkan momen dan performa kiper kapten Mike Maignan. Kali ini Roma akhirnya membobol ketahanan Milan lewat penalti.

Meski begitu, skuad Max Allegri tetap bisa mengklaim hal penting: 21 laga beruntun tanpa kalah di Serie A. Itu bukan angka main-main. Bahkan, rekor itu jadi yang terpanjang di lima liga top Eropa saat ini.

Dengan kata lain, Milan boleh tidak selalu meyakinkan. Tetapi mereka sangat tahu cara bertahan hidup.


Rekor dan Luka Lama: Bologna Pernah Menampar Milan

Bologna pernah membuat Milan gigit jari. Musim lalu di final Coppa Italia, Bologna menang dan mengangkat trofi besar pertama mereka dalam 50 tahun. Euforia itu sempat mengguncang Italia.

Namun Milan membalas pada September. Luka Modric mencetak gol perdana Serie A-nya untuk menentukan kemenangan tipis di San Siro. Kecil, tapi rasanya seperti “balasan yang elegan”.

Menariknya lagi, Bologna baru menang sekali dalam 20 duel liga terakhir melawan Milan. Kemenangan itu terjadi di Dall’Ara tahun lalu (2-1). Jadi secara psikologis, Bologna tahu stadion ini bisa jadi senjata.

Masalahnya, kondisi mereka sekarang tidak semanis setahun lalu.


Bologna Lagi Drop: Dari Juara Coppa, Jadi Tim Bingung

Bologna sedang mengalami fase “turun mesin”. Setelah puncak euforia Coppa Italia, performa mereka merosot sejak musim gugur.

Dalam 10 laga terakhir Serie A, Bologna cuma menang sekali dan kalah enam kali. Hasil itu bikin mereka melorot ke papan tengah. Bahkan, zona Eropa makin menjauh.

Kekalahan pekan lalu di Genoa menambah luka. Bologna sempat unggul 2-0 saat jeda. Namun mereka ambruk setelah kiper Lukasz Skorupski kena kartu merah ceroboh, padahal baru balik dari cedera. Setelah itu Bologna kebobolan tiga gol di babak kedua, dan gol terakhir datang di injury time. Nyesek.

Memang, mereka sempat tersenyum di Liga Europa setelah menang atas Maccabi Tel Aviv. Hasil itu membantu Bologna mendapat unggulan bagus untuk playoff, di mana mereka akan bertemu SK Brann.

Namun kembali ke Serie A, Bologna masih punya PR besar: lima laga kandang tanpa menang di Dall’Ara, dan cuma dapat satu poin. Itu alarm keras.


Kabar Tim: Milan Hampir Full, Bologna Rotasi + Kehilangan Kiper Utama

Untuk laga ini, Milan praktis hanya kehilangan Santiago Gimenez. Striker Meksiko itu masih absen beberapa pekan. Meski begitu, Allegri tetap punya banyak pilihan serangan:

  • Christopher Nkunku
  • Niclas Fullkrug
  • Christian Pulisic
  • Rafael Leao

Pulisic dan Leao sudah menyumbang total 15 gol liga musim ini. Sementara Fullkrug baru saja pecah telur dan memberi kemenangan lawan Lecce. Jadi Milan tidak akan kekurangan “peluru”.

Di sisi Bologna, Italiano wajib rotasi karena jadwal padat (5 laga dalam 14 hari). Selain itu ada pergantian yang terpaksa: Skorupski kena skors, jadi Federico Ravaglia bakal jadi starter.

Bologna juga belum bisa memainkan Jhon Lucumi (cedera hamstring). Walau demikian, mereka masih punya opsi di depan.

Riccardo Orsolini kembali mencetak gol di Liga Europa dan kemungkinan besar starter. Tiga nama berebut jadi striker utama:

  • Santiago Castro
  • Thijs Dallinga
  • Ciro Immobile

Catatan menarik: Immobile pernah bikin delapan gol liga saat menghadapi Milan. Tetapi gol Serie A terakhirnya terjadi pada Mei 2024. Jadi ini duel antara reputasi lama dan fakta terbaru.


Duel Kunci: Orsolini vs Sayap Milan, Modric Jadi Otak

Kalau Bologna ingin bikin kejutan, Orsolini harus mengacaukan pertahanan Milan dari sisi sayap. Sebaliknya, Milan punya senjata yang lebih stabil: kontrol permainan.

Modric jadi jenderal lapangan tengah, sementara Pulisic dan Leao bakal jadi pemotong serangan dari half-space. Jika Milan bisa mencetak gol lebih dulu, Bologna kemungkinan akan panik—dan itu bisa membuka ruang yang lebih besar.

Selain itu, catatan tandang Milan sangat gila musim ini: belum kalah dan hanya kebobolan delapan gol. Jadi Bologna harus main nyaris sempurna untuk mencuri poin.


Prediksi Line Up Bologna vs AC Milan

Berikut Prediksi lineup Bologna vs AC Milan :

Bologna (4-2-3-1)

Ravaglia;
Zortea, Vitik, Heggem, Miranda;
Freuler, Pobega;
Orsolini, Odgaard, Cambiaghi;
Castro.

AC Milan (3-4-2-1 / 3-4-3 fleksibel)

Maignan;
Tomori, Gabbia, De Winter;
Saelemaekers, Ricci, Modric, Rabiot, Bartesaghi;
Pulisic, Leao.


Prediksi Skor Bologna vs AC Milan

Bologna bisa menyulitkan karena main di kandang. Mereka juga punya motivasi menghentikan tren buruk. Namun Milan datang dengan mental baja: mereka tidak selalu “cantik”, tapi jarang tumbang.

Jika Milan mencetak gol pertama, laga bisa mengarah ke jalur favorit Rossoneri.

📌 Prediksi skor: Bologna 1-2 AC Milan

Dengan hasil ini, Milan tetap menjaga napas perburuan gelar.


Kesimpulan

Milan memang tidak selalu dominan. Namun mereka punya konsistensi yang membuat mereka tampak seperti calon juara. Sementara itu, Bologna sedang kehilangan bentuk dan rawan meledak setiap kali laga memasuki babak kedua.

Maka, laga ini bisa jadi panggung 3 poin penting buat Allegri—asal mereka tidak memberi Bologna harapan terlalu lama.