Diksimerdeka.com- Laga Real Madrid vs Monaco di Liga Champion menjadi sorotan utama di Santiago Bernabeu, Rabu dini hari 21 Januari 2026. Bukan sekadar duel dua raksasa Eropa, laga ini adalah derby Kylian Mbappe sang megabintang yang kini berdiri di sisi Madrid, menghadapi klub yang pernah membesarkan namanya.

Lebih dari itu, Duel ini menandai malam Eropa pertama Los Blancos di bawah kendali Alvaro Arbeloa. Sebuah awal baru, di tengah musim yang penuh gejolak.


Real Madrid: Transisi, Tekanan, dan Tuntutan Menang

Real Madrid belum sepenuhnya stabil. Kekalahan 1-2 dari Manchester City di Bernabeu, disusul tumbang 0-1 di Anfield melawan Liverpool, membuat status mereka di Liga Champions belum aman meski sempat menyapu tiga laga awal.

Saat ini, Madrid mengoleksi 12 poin dari enam laga—cukup untuk duduk di peringkat ketujuh. Namun, jarak poin yang tipis membuat ancaman playoff tetap membayangi. Oleh karena itu, Real Madrid vs Monaco Liga Champions menjadi laga yang tak boleh disia-siakan.

Kabar baiknya, Arbeloa langsung menghadirkan ketenangan. Usai tersingkir mengejutkan di Copa del Rey, Madrid merespons dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Levante di La Liga. Permainan agresif dengan 26 tembakan menjadi sinyal bahwa Bernabeu mulai kembali berdenyut.

Baca juga : Inter Milan vs Arsenal 21 Januari 2026: Line Up & Skor Akhir


Monaco: Percaya Diri di Eropa, Rapuh di Domestik

Monaco datang ke Madrid dengan modal Eropa yang cukup solid. Anak asuh Sebastien Pocognoli hanya sekali kalah di Liga Champions musim ini—pada laga pembuka melawan Club Brugge. Selebihnya, Les Monegasques tampil tanpa cela dalam lima laga terakhir.

Kemenangan 1-0 atas Galatasaray lewat gol Folarin Balogun mengangkat Monaco ke peringkat ke-19, zona playoff. Namun demikian, inkonsistensi masih menjadi musuh utama. Kekalahan mengejutkan 1-3 dari Lorient di Ligue 1 menjadi bukti bahwa stabilitas Monaco belum sepenuhnya terjaga.

Meski begitu, sejarah memberi mereka kepercayaan diri. Pada musim 2003/04, Monaco secara sensasional menyingkirkan Real Madrid di perempat final Liga Champions. Fakta ini membuatpertandingan ini sarat aroma kejutan.


Mbappe di Tengah Panggung

Sorotan utama tentu tertuju pada Kylian Mbappe. Eks bintang Monaco itu sudah pulih dari cedera lutut, mencetak gol saat melawan Levante, dan kini memburu kelanjutan performa gemilangnya.

Musim ini, Mbappe sudah mengoleksi sembilan gol di Liga Champions—rekor terbaik sepanjang kariernya dalam satu musim. Jika mendapat ruang, Monaco bisa kembali merasakan betapa mematikannya sang mantan idola.

Tak heran, Real Madrid vs Monaco Liga Champions juga menjadi panggung emosional bagi Mbappe.


Kondisi Tim: Madrid Compang-Camping, Monaco Bertaruh Balogun

Real Madrid kehilangan banyak pemain belakang. Alvaro Carreras absen karena skorsing, menyusul Militao, Rudiger, Mendy, hingga Alexander-Arnold yang masih cedera. Namun, lini depan Madrid tetap lengkap.

Di kubu Monaco, Balogun sempat diragukan, tetapi masuk dalam skuad dan diperkirakan tampil. Absennya Pogba, Minamino, dan Salisu membuat kedalaman tim tamu terbatas, terutama di lini tengah dan belakang.

Dengan kondisi tersebut, match Real Madrid vs Monaco Liga Champions sangat bergantung pada efektivitas serangan masing-masing tim.


Prediksi Line Up Real Madrid vs Monaco

Real Madrid (4-3-3):

Courtois; Valverde, Asencio, Huijsen, Fran Garcia; Camavinga, Tchouameni, Bellingham; Arda Guler, Mbappe, Vinicius Jr

Monaco (4-4-2):

Kohn; Vanderson, Kehrer, Dier, Henrique; Akliouche, Teze, Zakaria, Golovin; Balogun, Biereth


Prediksi Jalannya Pertandingan

Monaco mungkin sempat mencuri momentum memanfaatkan rapuhnya lini belakang Madrid. Namun, intensitas, pengalaman, dan daya gedor Los Blancos di Bernabeu sulit dibendung.

Jika Mbappe dan Vinicius Jr menemukan ritme, pertahanan Monaco berpotensi runtuh. Karena itu, Real Madrid vs Monaco Liga Champions diprediksi menjadi milik tuan rumah.


Prediksi Skor

Real Madrid 3-1 Monaco