Como Hajar Lazio 3-0 di Olimpico, Sarri Kehabisan Akal
DIKSIMERDEKA.COM- Como datang ke Stadio Olimpico bukan untuk bertahan. Tim tamu langsung mengambil alih kendali dan menutup laga dengan kemenangan telak 3-0 atas Lazio. Efektif, dingin, dan tanpa banyak kompromi. Malam itu, Lazio dibuat tak berdaya di kandang sendiri.
Laga baru berjalan dua menit saat publik Olimpico terdiam. Martin Baturina lepas dari kawalan di tepi kotak penalti dan melepas sepakan melengkung akurat ke tiang jauh. Jean Butez di bawah mistar Como kemudian memastikan keunggulan itu tak cepat menguap. Peluang Mattia Zaccagni dan Danilo Cataldi dimentahkan dengan reaksi sigap. Lazio mencoba merespons, tetapi ritme permainan sudah telanjur dikuasai tamu.
Pukulan berikutnya datang di menit ke-24. Nico Paz bereaksi paling cepat menyambar bola muntah di kotak penalti dan menaklukkan Ivan Provedel. Skor 2-0 bukan sekadar jarak, tapi sinyal. Como lebih siap, lebih rapi, dan lebih klinis.
Lazio sempat bernapas ketika Provedel menepis penalti Paz tak lama berselang. Namun itu hanya jeda singkat. Awal babak kedua menjadi titik mati. Empat menit selepas restart, Paz menuntaskan aksinya dengan sepakan keras dari luar kotak penalti ke sudut kiri gawang. Gol ketiga itu memadamkan harapan comeback.
Maurizio Sarri mencoba mengubah arah dengan pergantian pemain. Hasilnya nihil. Tekanan Lazio cenderung sporadis dan mudah dipatahkan. Gustav Isaksen sempat memaksa Butez bekerja keras, tetapi momentum tak pernah benar-benar berpindah. Como bertahan disiplin, menyerang seperlunya, dan mengelola tempo dengan tenang.
Kemenangan ini terasa sebagai pernyataan. Como menunjukkan kapasitas sebagai tim yang matang secara taktik dan tajam dalam eksekusi. Sementara bagi Lazio, ini malam yang menyadarkan. Struktur permainan rapuh, respons lambat, dan solusi dari bangku cadangan tak kunjung muncul. Di Olimpico, Como bukan sekadar menang—mereka menguasai.

Tinggalkan Balasan