Update: Lazio vs Como 02.45 WIB: Lineup & Prediksi Skor Akhir
Diksimerdeka.com,Roma- Sepak bola Italia selalu punya cara unik untuk menertawakan logika. Lazio datang ke pekan ke-21 Serie A dengan status tuan rumah, tapi justru harus menatap ke atas.
Enam poin di depan mereka, berdiri Como, tim promosi yang musim ini tampil bak kuda hitam, bahkan sudah lebih dulu mencicipi aroma persaingan Eropa.Selasa dini hari pukul 02.45 WIB akan tersaji malam di Stadio Olimpico
bukan sekadar penutup giornata. Ini duel langsung dua tim yang sama-sama mengincar enam besar. Dalam situasi seperti ini, kehilangan poin sama artinya dengan memberi karpet merah kepada pesaing.Lazio sendiri datang dengan cerita naik-turun yang sudah menjadi ciri khas mereka dalam setahun terakhir.
Tengah pekan lalu, mereka nyaris kalah dari Fiorentina sebelum menyelamatkan satu poin di detik akhir. Beberapa hari berselang, barulah kemenangan pertama di tahun 2026 akhirnya datang.
Gol tunggal ke gawang Hellas Verona pun lahir dengan cara yang nyaris ironis,umpan silang Manuel Lazzari yang terdefleksi, melambung masuk di paruh kedua laga.Hasil itu memang menghentikan paceklik, tapi belum cukup untuk menghapus label “tidak konsisten”. Lazio kini berada di posisi kesembilan klasemen. Lebih mencemaskan lagi, mereka belum pernah mencatat dua kemenangan beruntun di liga sejak Februari 2025.
Hampir setahun. Terlalu lama untuk klub dengan ambisi Eropa.Masalahnya klasik. Terlalu banyak hasil imbang, terutama di kandang. Sejak musim lalu, Lazio sudah mengoleksi 13 seri dari 29 laga home—terbanyak di Serie A. Empat laga kandang terakhir, tiga berakhir tanpa pemenang. Di laga-laga besar, mereka juga kerap tumpul. Dari enam pertemuan melawan tim enam besar, Lazio hanya mengantongi dua poin dan satu gol.
Ironisnya, salah satu tim enam besar itu kini bernama Como.Nama yang dulu lebih sering terdengar di buku sejarah ketimbang papan atas klasemen. Satu-satunya kemenangan Como di Olimpico terjadi pada 1952. Tapi musim ini, sejarah lama tak lagi relevan. Como sudah melampaui Lazio di klasemen dan membawa kepercayaan diri penuh.Kemenangan kandang atas Lazio pada Agustus lalu—lewat gol Nico Paz dan Tasos Douvikas—membuka peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya: double liga atas Lazio. Bagi klub yang baru kembali ke Serie A musim lalu, itu akan menjadi pernyataan keras.Investasi besar, sentuhan modern, dan keberanian bermain terbuka membuat Como menjelma ancaman nyata. Cesc Fabregas bahkan sempat membawa timnya tak terkalahkan dalam 11 laga beruntun. Meski belakangan laju itu melambat—hanya satu poin dari dua laga terakhir—mimpi ke Liga Champions belum sepenuhnya pupus.Hasil imbang dramatis kontra Bologna lalu kekalahan 1-3 dari AC Milan di tengah pekan memang sedikit memukul mental. Como sempat unggul cepat dan mendominasi penguasaan bola, tapi mereka lupa satu hal: Mike Maignan sedang berada di malam terbaiknya.
Dua gol Adrien Rabiot di babak kedua menjadi hukuman telak, sekaligus kekalahan kandang pertama mereka musim ini.Akibatnya, jarak dengan Roma dan Juventus menyempit. Bologna, Atalanta, bahkan Lazio menguntit tepat di belakang. Senin malam bisa menjadi titik balik—atau awal tergelincir.Duel ini juga menarik dari sisi bangku cadangan. Fabregas, pelatih muda dengan ide progresif, kembali beradu kecerdikan dengan Maurizio Sarri, maestro taktik yang sudah kenyang asam garam. Ini pertemuan kedua mereka musim ini.
Dan seperti biasa, pertarungan pikiran sering kali menentukan hasil akhir.Dari sisi tim, Lazio masih bergulat dengan dampak embargo transfer musim panas, badai cedera, dan suspensi. Castellanos dan Guendouzi sudah angkat kaki. Nuno Tavares serta Cancellieri menyusul. Namun ada kabar baik: Kenneth Taylor dan Petar Ratkov sudah debut, Nicolo Rovella kembali setelah absen panjang, dan Mattia Zaccagni siap turun usai menjalani larangan bermain.Sebaliknya, Como juga tak sepenuhnya utuh. Goldaniga, Diao, Addai, dan Morata masih menepi. Fabregas diperkirakan melakukan rotasi, memberi peluang bagi Alex Valle, Diego Carlos, atau Jesus Rodriguez.Secara momentum, Como sedikit lebih stabil. Secara pengalaman, Lazio unggul. Tapi jika bicara konsistensi, Olimpico musim ini bukan lagi benteng yang menakutkan.
Prediksi? Laga ini terlalu seimbang untuk dimenangkan dengan mudah.
Prediksi line UpLazio (4-3-3)
Pelatih: Maurizio Sarri.
Sarri hampir pasti tetap setia pada 4-3-3 klasiknya. Fokus Lazio bukan dominasi berlebihan, tapi kontrol ritme—meski itu sering jadi bumerang musim ini.KiperIvan ProvedelTetap nomor satu. Refleks cepat, tapi belakangan kerap bekerja ekstra karena lini belakang mudah ditembus.
BekAdam Marusic (RB)Disiplin, jarang naik terlalu tinggi. Sarri butuh keseimbangan, bukan petualangan.
Mario Gila (CB)
Lebih agresif duel dibanding Romagnoli.Alessio Romagnoli (CB)Pemimpin lini belakang, tapi rawan kalah adu kecepatan.Luca Pellegrini (LB)Pilihan logis di tengah absennya beberapa opsi kiri.
Gelandang
Matías Vecino (DM)Pemutus serangan, bukan kreator.
Danilo Cataldi (CM)Penjaga tempo, distribusi aman.
Kenneth Taylor (CM)Energi baru. Mobilitasnya ja pembeda.
PenyerangGustav Isaksen (RW)Lincah, tapi masih inkonsisten dalam keputusan akhir.Tijjani Noslin (CF)False nine dadakan. Kerja tanpa bola lebih penting daripada gol.Mattia Zaccagni (LW – C)Kapten kembali. Sumber kreativitas dan pemecah kebuntuan. senior:Kalau Lazio ingin menang, kuncinya bukan Noslin,tapi Zaccagni. Bola harus sering sampai ke kakinya.
Prediksi Line Up Como (4-2-3-1)
Pelatih: Cesc FabregasFabregas
membawa Como bermain modern: sabar, progresif, dan berani menguasai bola bahkan di kandang lawan.KiperJean ButezTenang, distribusi kaki rapi—penting untuk build-up dari belakang.
BekJosip Smolcic (RB)Fisik kuat, duel satu lawan satu solid.Ramon (CB)Positioning rapi, jarang panik.Diego Carlos (CB)Pengalaman Liga Champions, pemimpin alami.Alex Valle (LB)Lebih ofensif, cocok melawan Marusic yang defensif
Gelandang BertahanMáximo PerroneOtak permainan dari lini kedua.Lucas Da CunhaBox-to-box, pekerja keras.Gelandang SerangMergim Vojvoda (RW)Kecepatan dan crossing.Nico Paz (AM) ⭐Pemain kunci. Ruang sedikit saja bisa berbahaya.Jesús Rodríguez (LW)Direct, berani duel.StrikerTasos Douvikas (ST)Target man + finisher. Cocok mengeksploitasi celah Romagnoli–Gila.
Skor akhir: Lazio 1–1 Como.
Lazio mungkin sudah bangkit dari keterpurukan, tapi untuk mengalahkan Como yang lapar prestasi, satu poin tampaknya sudah hasil paling realistis.Dan di Serie A, satu poin melawan rival langsung sering kali terasa seperti setengah kekalahan.

Tinggalkan Balasan