DIKSIMERDEKA.COM-Efisiensi AC Milan menjadi faktor penentu saat Rossoneri mencuri kemenangan 3-1 di markas Como, Stadion Giuseppe Sinigaglia. Meski tertinggal jauh dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, Milan justru tampil lebih dingin dalam memanfaatkan peluang. Oleh karena itu, hasil akhir tak selalu berpihak pada tim yang dominan secara statistik.

Como sejatinya membuka laga dengan percaya diri. Tekanan berlapis langsung mereka lepaskan sejak menit awal. Alhasil, Marc-Oliver Kempf sukses membawa tuan rumah unggul lebih dulu. Namun demikian, kesalahan yang sama dari Kempf menjelang jeda justru mengubah arah pertandingan.

Baca juga : Como VS Milan, Menang 3-1,Rossoneri Jaga Asa Scudetto


Maignan Bertahan, Rabiot Menghukum

Mike Maignan tampil sebagai tembok terakhir yang sulit ditembus. Berkali-kali kiper Prancis itu mematahkan peluang emas Como. Sementara itu, Adrien Rabiot membaca momentum dengan sangat matang. Tepat sebelum turun minum, ia memaksa Kempf melakukan pelanggaran di kotak penalti.

Gol penyeimbang dari titik putih membuat mental Como goyah. Setelah itu, Efisiensi AC Milan benar-benar terlihat di babak kedua. Rabiot kembali muncul sebagai aktor utama ketika menyelesaikan umpan Rafael Leao layaknya penyerang murni.


Babak Kedua Milik Milan, Statistik Tak Lagi Relevan

Como terus menyerang dan kembali menekan. Namun sebaliknya, Milan bermain sabar dan menunggu celah. Strategi itu terbukti ampuh. Pada menit ke-87, Rabiot melepaskan tembakan jarak jauh yang mematikan sekaligus menutup laga.

Di titik ini, Efisiensi AC Milan terasa kontras. Dari hanya empat tembakan tepat sasaran, tiga di antaranya berbuah gol. Sebaliknya, Como melepaskan 18 tembakan namun hanya satu yang berujung gol.


Fabregas Frustrasi, Allegri Menang dengan Cara Cerdas

Cesc Fabregas pantas kecewa. Timnya dominan, rapi, dan agresif. Namun, efektivitas di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah. Nico Paz tampil luar biasa, aktif menyerang sekaligus disiplin bertahan, tetapi kontribusinya belum cukup mengubah hasil.

Di sisi lain, Massimiliano Allegri mungkin tak puas dengan performa babak pertama. Meski begitu, ia bisa tersenyum karena Milan kembali menunjukkan identitas tim besar. Efisiensi AC Milan menjadi bukti bahwa pengalaman dan ketenangan sering kali lebih menentukan daripada sekadar dominasi permainan.


Pemain Terbaik

  • Milan: Adrien Rabiot (8)
    Terlibat langsung dalam tiga gol, cerdas membaca situasi, dan menentukan hasil laga.
  • Como: Nico Paz (7)
    Enerjik, agresif, dan komplet, meski gagal menghindari kekalahan timnya.