DIKSIMERDEKA.COM, DENPASAR, BALI – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Denpasar mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Hal itu digaungkan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2025.

Peringatan HAS di Kota Denpasar berlangsung dengan kampanye edukatif yang digelar KPA Kota Denpasar bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan Catur Muka Denpasar tersebut, sejumlah relawan membagikan bunga mawar, brosur informasi, serta pita merah kepada masyarakat sebagai simbol kepedulian terhadap upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, selaku Ketua Pelaksana KPA Kota Denpasar, menyampaikan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.

Baca juga :  Pj Gubernur Bali Ajak Semua Pihak Akhiri Epidemi HIV/AIDS

Ia menegaskan bahwa pengurangan stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) menjadi perhatian serius, mengingat diskriminasi masih sering terjadi dan dapat menghambat akses layanan kesehatan.

“Jika masih terjadi stigma negatif, para ODHIV dapat berkoordinasi dengan KPA Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Denpasar Tri Indarti menjelaskan bahwa kegiatan pembagian bunga dan brosur edukasi merupakan bagian dari rangkaian peringatan HAS 2025.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kasus HIV dan AIDS di Kota Denpasar masih menunjukkan peningkatan. Hingga September 2025, tercatat 17.028 kasus, terdiri dari 9.824 kasus HIV dan 7.254 kasus AIDS.

Baca juga :  Pj Gubernur Bali Ajak Semua Pihak Akhiri Epidemi HIV/AIDS

Tri Indarti juga memaparkan bahwa pola penularan tertinggi berasal dari hubungan heteroseksual sebesar 71 persen, disusul homoseksual (21 persen), penggunaan narkoba suntik (4 persen), serta penularan dari ibu ke anak (2 persen).

Kasus terbanyak ditemukan pada usia produktif, yakni 20–29 tahun (38 persen), 30–39 tahun (33 persen), dan 40–49 tahun (16 persen).

Untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan, KPA bersama Dinas Kesehatan telah menyediakan layanan perawatan dukungan dan pengobatan (PDP) di seluruh puskesmas dan sejumlah rumah sakit swasta.

Baca juga :  Pj Gubernur Bali Ajak Semua Pihak Akhiri Epidemi HIV/AIDS

Selain itu, tersedia pula 33 unit layanan tes HIV (VCT), 32 unit layanan pengobatan HIV (CST), 31 unit layanan IMS, empat layanan pencegahan penularan dari ibu ke anak, tiga layanan alat suntik steril, dan satu layanan methadone.

Tri Indarti mengajak masyarakat yang menjalani terapi untuk rutin mengambil obat, melakukan pemeriksaan berkala, serta berani terbuka kepada pasangan demi mencegah penularan.

“Jangan sampai putus obat dan jagalah pasangan serta keluarga agar terhindar dari HIV dan AIDS. Hindari stigma, dan tetap jalani perilaku hidup sehat,” pesannya.

Editors: Agus Pebriana